Kalau kamu adalah seorang IT Administrator yang mengelola Managed Device Windows, ada kabar yang perlu diperhatikan nih guys. Microsoft baru saja mengonfirmasi adanya gangguan pada layanan Windows Server Update Services (WSUS) yang menyebabkan proses sinkronisasi update menjadi jauh lebih lambat, bahkan gagal karena timeout.
Yang menarik, masalah ini ternyata tidak hanya berdampak pada satu versi Windows saja, melainkan hampir seluruh Windows Client dan Windows Server yang masih didukung Microsoft.
Nah sebelum kita lanjut, apa itu WSUS?, jadi Windows Server Update Services (WSUS) merupakan layanan yang banyak digunakan di lingkungan perusahaan untuk mengelola distribusi update Windows secara terpusat.

Dengan WSUS, administrator tidak perlu membiarkan setiap komputer mendownload update langsung dari server Microsoft, cukup satu server yang melakukan sinkronisasi, kemudian update tersebut didistribusikan ke seluruh komputer di jaringan internal.
Nah cara ini tentu jauh lebih hemat bandwidth, lebih mudah dikontrol, dan menjadi standar di banyak perusahaan maupun instansi pemerintahan.
Sinkronisasi Melambat Hingga Timeout
Namun ada satu masalah baru baru ini, dimana dalam dalam beberapa hari terakhir banyak administrator mengalami masalah berupa:
- Proses sinkronisasi yang berjalan sangat lambat.
- Sinkronisasi gagal karena timeout.
- Waktu download metadata update menjadi jauh lebih lama dari biasanya.
Menariknya, Microsoft menyebut puncak gangguan terjadi sekitar 13 Juli, bahkan sebelum Patch Tuesday Juli 2026 dirilis. Hal ini menunjukkan bahwa penyebabnya bukan berasal dari update Windows terbaru, melainkan dari sisi layanan Microsoft sendiri.
Hampir Semua Versi Windows Terdampak
Gangguan ini berdampak pada hampir seluruh versi Windows yang masih mendapatkan dukungan, di antaranya:
- Windows 11 26H1
- Windows 11 25H2
- Windows 11 24H2
- Windows 11 23H2
- Windows 10 22H2
- Windows 10 21H2
- Windows 10 Enterprise LTSC 2019
- Windows 10 Enterprise LTSC 2016
- Windows 10 versi 1607 dan 1809
- Windows Server 2025
- Windows Server 2022
- Windows Server 2019
- Windows Server 2016
- Windows Server 2012 R2
- Windows Server 2012
Yang jika kita lihat, hampir seluruh infrastruktur perusahaan yang masih menggunakan WSUS berpotensi mengalami perlambatan sinkronisasi.
Nah karena gangguan berasal dari layanan Microsoft, administrator tidak perlu buru-buru melakukan rebuild WSUS, reset database, ataupun menjalankan cleanup besar-besaran hanya karena sinkronisasi terasa lambat.
Dan jika seandainya WSUS mulai timeout atau proses sync memakan waktu jauh lebih lama dari biasanya, kemungkinan besar penyebabnya memang berasal dari gangguan yang sedang ditangani Microsoft. Dan tentu, jika masalah tetap berlanjut setelah Microsoft mengumumkan perbaikan selesai, barulah administrator bisa mulai memeriksa kondisi server WSUS masing-masing.
Kabar baiknya, Microsoft telah mengonfirmasi bahwa mereka sedang melakukan perbaikan dan akan memberikan pembaruan informasi setelah proses tersebut selesai.
Nah bagaimana menurutmu? apakah perusahaan tempat kamu bekerja menerapkan implementasi WSUS ini guys? komen dibawah.
Via : Neowin
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
