Beberapa hari yang lalu, saya membahas tentang bagaimana saya dengan sukses ‘menaikkan’ Surface Pro 3 saya yang defaultnya menggunakan Windows 8.1 ke Windows 10. Seorang teman kita, Pram, menanyakan tentang bagaimana performa Surface Pro 3 di Windows 10, dibandingkan dengan Windows 8.1 sebelumnya.

Perlu beberapa hari bagi saya untuk membandingkan performa antara Windows 8.1 dan Windows 10. Beginilah pengalaman saya.

 

Booting dan Performa Umum: Windows 8.1 Lebih Gesit

Bukan rahasia lagi bahwa Windows 10 adalah OS yang haus resource. Ekspektasi saya memang tidak begitu tinggi untuk mengharapkan bahwa perangkat saya akan lebih cepat di Windows 10. Namun yang saya hadapi ternyata lebih parah! Jika di Windows 8.1, rasanya saya hanya sekedipan melihat splash screen yang menampilkan teks ‘Surface’, maka tidak demikian di Windows 10. Splash screen hadir lebih dari sepuluh detik sebelum masuk ke lock screen. Mungkin saya cerewet, namun ini cukup lama untuk sebuah perangkat yang menggunakan SSD dengan kecepatan tinggi.

 

Aplikasi dan Fitur: Tentu Windows 10 Juaranya!

Secara umum Windows 10 memang hadir sebagai bentuk penyempurnaan dari Windows 8.1, jadi tidak heran jika memang Windows 10 memiliki fitur lebih lengkap dan aneka trik yang lebih mudah untuk dipahami dibandingkan Windows 8.1.

Jika kamu menggunakan Windows 8.1, maka harap maklum jika kamu tidak dapat menemukan banyak aplikasi yang mendukung aktivitas harian kamu di Microsoft Store. Kebanyakan aplikasi versi Windows 8.1 sudah dihentikan dukungannya. Beralih ke Windows 10 merupakan langkah tepat untuk mendapatkan dukungan yang lebih panjang serta pengalaman pengguna aplikasi yang jauh lebih lengkap!

Di antara fitur yang saya sukai di Windows 10, adalah Tablet Mode. Jika pada Windows 8.1, maka tidak ada pembedaan yang jelas antara versi desktop dan tablet, karena memang Windows 8.1 dirancang untuk mengutamakan versi Tablet.

Nah, di Windows 10, pembedaannya terasa lebih jelas. Kamu bisa mengatakan dengan pasti apakah perangkat 2-in-1 kamu berjalan di tablet mode atau desktop mode. Terutama jika kamu sudah mengatur perilaku perangkat kamu di Settings > System > Tablet Mode sebagaimana berikut ini.

Nah, dengan pengaturan tersebut, asalkan kamu mencopot keyboard dari perangkat, maka secara otomatis perangkat akan beralih ke tablet mode, dan UI yang kamu gunakan adalah UI tablet yang memudahkan untuk menjalankan perangkat dengan sistem sentuh.

Ini menjadikan saya enjoy memperlakukan perangkat sebagai desktop atau sebagai tablet jika dibutuhkan. Tampilan UI-nya sangat jelas berbeda, meskipun gestur yang digunakan juga berbeda untuk menjalankan tablet mode. Kamu perlu menghafalkan beberapa gestur untuk menggunakan Surface Pro 3 (atau perangkat 2-in-1 setipe) sebagai tablet.

 

Kesimpulan

Ada beberapa risiko yang harus diterima saat kita menggunakan tipe OS yang berbeda. Windows 10 memang menjanjikan dukungan yang lebih panjang, fitur yang lebih lengkap, serta juga berbagai hal baru yang bisa dilakukan. Namun perlu dimaklumi menurunnya performa karena pada dasarnya memang Windows 10 sudah tenar sebagai OS yang sangat rakus resource. Perangkat lama harus menanggung risiko ini jika tetap ingin merasakan layanan dan fitur-fitur terbaru dari Microsoft. Namun secara umum, karena saya sangat familiar dengan Windows 10, saya merasa nyaman menggunakan OS ini dan menikmati sinkronisasi saya dengan berbagai perangkat Windows 10 lain yang saya miliki.

 

  Membasmi Edge dan Bing di Windows 10  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.