SteamDB Resmi Ganti Pemilik, Masa Depan Monetisasi Mulai Jadi Sorotan

SteamDB selama ini memang menjadi salah satu situs wajib bagi gamer PC yang ingin memantau harga game, riwayat diskon, update, hingga berbagai informasi tersembunyi di balik Steam. Namun kini, setelah lebih dari satu dekade berjalan, SteamDB resmi memasuki babak baru.

Pendiri SteamDB, xPaw, mengumumkan bahwa layanan yang telah dijalankannya sejak 2013 tersebut kini dijual kepada Nexus Mods, dimana keputusan ini tentu bukan tanpa alasan. Menjalankan SteamDB yang awalnya hanya sebuah project komunitas kini telah berubah menjadi pekerjaan yang hampir full time. 

Baca juga: Ubisoft Blokir For Honor di Linux dan Steam Deck, Mulai 10 September

Selain itu, dengan pertumbuhan Steam yang semakin besar membuat beban pengelolaan SteamDB ikut meningkat, hingga akhirnya xPaw mengaku mengalami burnout.

TONTON JUGA:

Menariknya, pemilik baru SteamDB adalah Nexus Mods, salah satu komunitas mod game terbesar di dunia, namun Nexus Mods sendiri telah berganti kepemilikan pada 2025, sehingga SteamDB kini berada di bawah grup pemilik baru yang sama.

Fitur Gratis Tetap Ada, Tapi Monetisasi Akan Datang

Nah kabar baiknya, pemilik baru menjanjikan fitur utama SteamDB akan tetap tersedia secara gratis, mulai dari halaman database, ekstensi browser, komunitas, dan berbagai fitur yang sudah ada tidak akan langsung berubah. Namun ada satu hal yang mulai menarik perhatian.

SteamDB kini harus menghasilkan uang.

Jadi kawan kawan, pemilik baru mengakui bahwa layanan sebesar SteamDB membutuhkan tim, infrastruktur, dan investasi jangka panjang, oleh karena itu, mereka mulai mempertimbangkan berbagai cara monetisasi, termasuk kerja sama dengan publisher, integrasi, hingga affiliate link.

 

Our job isn’t to change what makes SteamDB special. It’s to give it the resources, team and long-term stability it deserves, while building a sustainable foundation that allows us to keep investing in and improving it for many years to come.

 

Namun untuk saat ini, belum ada metode monetisasi yang benar-benar diputuskan, tetapi jelas era SteamDB sebagai project komunitas yang sebagian besar bergantung pada dedikasi pribadi dan donasi kini telah berakhir. 

Yang jelas sih, semoga saja perubahan ini benar-benar membuat SteamDB semakin berkembang, bukan justru mengubah salah satu situs favorit gamer PC menjadi penuh promosi, karena jika SteamDB sampai kehilangan kesederhanaannya, gamer mungkin akan mulai bertanya setelah ini, apa lagi yang bisa dipercaya sebagai database Steam paling netral?

Bagaimana menurutmu mengenai hal ini guys? komen dibawah, dan apakah kamu sering mengunjungi SteamDB untuk melihat tren dan informasi harga game Steam? komen dibawah guys. 

Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan atau butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation