Surface Laptop Ultra Resmi Meluncur, Bawa RAM 128GB dan Harga Mulai Rp40 Jutaan

Jika ada perangkat Windows yang akhir akhir ini menarik bagi saya jelas itu adalah Surface Laptop Ultra, sebuah laptop premium yang dirancang untuk menantang MacBook Pro, khususnya di sektor komputasi AI lokal.

Nah perangkat ini mengandalkan superchip NVIDIA RTX Spark, unified memory hingga 128GB, serta kemampuan AI yang diklaim mencapai 1 petaflop. Yang jelas ini sangat mantap.

Baca Juga : Microsoft Perkenalkan Surface Laptop Ultra, Bertenaga NVIDIA RTX Spark

TONTON JUGA:

Nah dalam event kemarin, Microsoft bahkan menyebutnya sebagai Surface Laptop paling powerful yang pernah mereka buat, untuk harga memang tidak murah, dengan banderol mulai dari US$2.599,99 atau sekitar Rp43 jutaan sebelum pajak dan biaya lainnya. Dan untuk saat ini pre-order sudah dibuka dengan pengiriman dijadwalkan mulai 16 Oktober 2026.

NVIDIA RTX Spark Jadi Andalan Utama

Berbeda dari Surface Laptop sebelumnya, Surface Laptop Ultra menggunakan superchip NVIDIA RTX Spark yang menggabungkan Grace Arm CPU dan GPU berbasis arsitektur Blackwell.

Nah Microsoft juga menyediakan konfigurasi 18-core dan 20-core, dengan varian tertinggi membawa 6.144 CUDA cores dengan unified memory hingga 128GB, sementara kemampuan komputasi AI diklaim mencapai 1 petaflop pada FP4.

Dan menariknya, CPU dan GPU berbagi unified memory yang sama, dengan kapasitas hingga 128GB, perangkat ini dirancang untuk menjalankan model AI berukuran besar secara lokal, termasuk model dengan hingga 120 miliar parameter.

Selain itu, dukungan CUDA juga menjadi nilai tambah bagi developer yang sudah menggunakan ekosistem AI NVIDIA, karena mereka bisa menjalankan berbagai workload tanpa harus meninggalkan tooling yang biasa digunakan di workstation atau desktop.

Microsoft Klaim Lebih Cepat dari MacBook Pro M5 Pro

Dalam presentasinya, Microsoft mengklaim Surface Laptop Ultra mampu menghasilkan respons awal model bahasa dan membuat gambar lebih cepat dibandingkan laptop dengan Apple M5 Pro, berdasarkan model yang mereka uji.

Namun, Microsoft belum mempublikasikan angka benchmark terperinci maupun daftar model yang digunakan, jadi, klaim tersebut masih perlu dibuktikan melalui pengujian independen.

Microsoft juga memperlihatkan workflow desain yang menggabungkan beberapa model AI lokal, ComfyUI, Blender, dan Unreal Engine. Pekerjaan yang sebelumnya diklaim membutuhkan waktu berhari-hari disebut bisa diselesaikan dalam beberapa jam.

Pendekatan ini disebut Hybrid Intelligence, yaitu menggabungkan pemrosesan AI lokal dengan cloud. Model lokal menangani pekerjaan yang memungkinkan, sementara cloud digunakan ketika membutuhkan kemampuan tambahan.

Bisa Gaming Sambil Menjalankan Workload AI

Selain itu, meskipun berfokus pada AI dan produktivitas, Surface Laptop Ultra juga diperlihatkan mampu menjalankan game.

Dalam demo Microsoft, Gears of War berjalan pada 60 FPS ketika workload GitHub Copilot dan proses mastering di DaVinci Resolve berjalan bersamaan. Microsoft mengatakan ratusan game AAA dan indie akan mendukung RTX Spark sejak peluncuran.

Sementara itu, Call of Duty disebut akan hadir pada platform tersebut pada 2027, namun karena RTX Spark menggunakan arsitektur Arm, kompatibilitas game dan aplikasi tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan, dan tentu dukungan untuk setiap judul tidak otomatis menjamin performa yang sama.

Layar Mini-LED 2.000 Nits dan Port Lebih Lengkap

Dari sisi desain, Surface Laptop Ultra membawa layar sentuh 15 inci berteknologi mini-LED PixelSense Ultra dengan rasio 3:2, kerapatan 262 PPI, dan peak HDR brightness hingga 2.000 nits.

Microsoft juga memberikan haptic touchpad yang diklaim lebih dari 30% lebih besar dibandingkan Surface Laptop 15 inci generasi ketujuh. Untuk konektivitas, perangkat ini menyediakan tiga port USB-C, satu USB-A, HDMI, card reader SD ukuran penuh, dan jack headphone 3,5 mm.

Dan bahkan salah satu port USB-C mendukung Magnetic Connect, teknologi charging magnetis yang memungkinkan konektor menempel ke port tanpa menghilangkan fungsi USB-C untuk penggunaan lainnya.

Selain itu Microsoft turut mengklaim sistem pendinginnya memiliki kapasitas termal hingga 2,5 kali lebih besar dibandingkan Surface Laptop 15 inci generasi ketujuh, dengan performa saat menggunakan baterai juga diklaim tetap berada di atas 99% dari performa ketika terhubung ke listrik.

Spesifikasi Surface Laptop Ultra

Jika kamu penasaran, berikut detail dari spesifikasinya.

SpesifikasiDetail
ProsesorNVIDIA RTX Spark, Grace Arm CPU
CPU18-core atau 20-core
GPUNVIDIA Blackwell RTX
CUDA cores5.120 atau 6.144
Unified memory24GB hingga 128GB
Performa AIHingga 1 petaflop FP4
StorageSSD 512GB, 1TB, atau 2TB
Layar15 inci mini-LED, touchscreen
Peak HDRHingga 2.000 nits
Port3x USB-C, USB-A, HDMI, SD card reader, jack 3,5 mm
Sistem operasiWindows 11 Home atau Pro
BeratKurang dari 2 kg
KetebalanKurang dari 18 mm
WarnaPlatinum dan Nightfall

Harga Surface Laptop Ultra

Untuk harga, berikut adalah harga resmi dalam dolar AS, sebelum pajak.

KonfigurasiHarga
18-core, RAM 24GB, SSD 512GBUS$2.599,99
18-core, RAM 24GB, SSD 1TBUS$2.999,99
18-core, RAM 32GB, SSD 1TBUS$3.299,99
20-core, RAM 32GB, SSD 1TBUS$3.699,99
20-core, RAM 48GB, SSD 1TBUS$3.999,99
20-core, RAM 64GB, SSD 1TBUS$4.299,99
20-core, RAM 64GB, SSD 2TBUS$4.699,99
20-core, RAM 128GB, SSD 1TBUS$5.899,99

Nah konfigurasi tertinggi dengan unified memory 128GB dibanderol US$5.899,99, atau sekitar Rp 100 jutaan jika menggunakan asumsi kurs Rp17920 per dolar AS, namun tentu jika kamu beli di harga tersebut, itu hanya estimasi dan belum memperhitungkan pajak maupun biaya impor.

Dan kabar baiknya, SSD pada Surface Laptop Ultra dapat diganti oleh penggunam jadi untuk untuk kebutuhan storage, pengguna tidak harus langsung membayar mahal demi konfigurasi SSD terbesar dari awal.

Surface Laptop Ultra Memang untuk Siapa?

Menurut saya sih, Surface Laptop Ultra bukan laptop yang ditujukan untuk pengguna umum, dan bahkan harganya saja sudah menunjukkan bahwa Microsoft membidik kalangan developer AI, peneliti, creator profesional, dan pengguna yang membutuhkan kemampuan menjalankan model besar secara lokal.

Dan nilai jual utamanya bukan sekadar RAM besar atau desain premium, melainkan kombinasi unified memory berkapasitas tinggi, dukungan CUDA, dan kemampuan menjalankan workload AI lokal dalam perangkat portabel.

Dan kita tahu bahwa MacBook Pro selama ini menjadi salah satu pilihan bagi pengguna yang membutuhkan unified memory besar, dan Microsoft kini mencoba menawarkan alternatif berbasis Windows dengan ekosistem NVIDIA.

Tapi balik lagi, klaim performa terhadap MacBook Pro M5 Pro masih perlu diuji secara independen, jika performa, kompatibilitas aplikasi, dan daya tahan baterainya benar-benar sesuai dengan yang dijanjikan, Surface Laptop Ultra berpotensi menjadi pilihan menarik bagi developer yang ingin menjalankan AI secara lokal tanpa harus selalu bergantung pada workstation desktop.

Nah bagaimana? menarik bukan?, jujur saya pengen sih. Apakah kamu tertarik juga guys?

Via : Microsoft


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan atau butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Komentar

Memuat komentar…