
Selain Microsoft yang merilis Microsoft Edge 149, Google juga telah merilis Google Chrome versi 149 yang tentu hadir dengan sejumlah peningkatan menarik, mulai dari dukungan ARM64 Linux, perubahan pada platform web, dan yang paling menarik adalah adanya fitur baru yang memungkinkan pengguna mengelola model AI yang tersimpan secara lokal di perangkat.
Nah dengan fitur baru ini, pengguna bisa mengontrol fitur AI yang mulai disimpan langsung di perangkat pengguna.
Seperti yang kita tahu, belakangan Google semakin gencar menghadirkan berbagai fitur AI langsung di browser Chrome, mulai dari fitur bantuan penulisan, pencarian berbasis AI, hingga berbagai fitur eksperimental lainnya yang memanfaatkan model AI lokal agar dapat berjalan lebih cepat tanpa selalu bergantung pada cloud.
Baca Juga : Google Diam Diam Tambahkan Model AI di Chrome Tanpa Persetujuan Pengguna
Dan untuk memudahkan pengguna mengontrol-nya, di Chrome 149, Google akhirnya menghadirkan opsi baru di halaman Settings > System > On Device AI yang memungkinkan pengguna mengelola model AI tersebut dengan lebih mudah.

Nah dengan opsi ini, pengguna dapat memblokir proses download model AI lokal mencegah penggunaan model AI di perangkat dan menghapus model AI yang sebelumnya sudah pernah di download.
Dengan kata lain, jika kamu merasa tidak membutuhkan fitur AI tertentu atau ingin menghemat ruang penyimpanan, kini model AI tersebut dapat dihapus langsung dari pengaturan Chrome tanpa perlu melakukan langkah tambahan.
Apakah Ini Terkait File AI Lokal Berukuran 4 GB?
Nah menariknya, kehadiran fitur ini terasa cukup relevan dengan kontroversi yang sempat muncul beberapa waktu lalu, dimana Google dikabarkan mendownload model AI lokal berukuran hingga sekitar 4 GB ke perangkat pengguna tanpa pemberitahuan yang jelas.
Baca Juga : Microsoft Mulai Tinggalkan Komponen Web di Windows 11, Fokus ke Aplikasi Native yang Lebih Ringan
Saat itu, sejumlah pengguna menemukan file model AI seperti weights.bin yang tersimpan secara lokal untuk mendukung fitur berbasis Gemini Nano. Yang menjadi sorotan adalah karena proses unduhan tersebut berjalan di latar belakang dan dalam beberapa kasus bahkan akan kembali terunduh secara otomatis meskipun sebelumnya telah dihapus.
Nah meskipun Google tidak secara langsung mengaitkan fitur baru di Chrome 149 ini dengan kritik tersebut, hadirnya halaman pengelolaan khusus untuk On Device AI setidaknya memberikan kontrol yang jauh lebih baik kepada pengguna dibanding sebelumnya.
Baca Juga : Kenapa Microsoft Diam-Diam Tinggalkan Branding Copilot+ PC untuk Surface Laptop Ultra?
Jika kita lihat sih, ini jelas merupakan langkah yang cukup positif dari Google, karena seiring semakin banyaknya fitur AI yang berjalan langsung di perangkat, transparansi dan kontrol pengguna menjadi hal yang semakin penting, terlebih ketika komponen tersebut dapat menggunakan ruang penyimpanan yang tidak sedikit.
Nah bagaimana menurutmu guys? komen dibawah
Via : Chrome
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
