Microsoft Batalkan Fitur Edge yang Sempat Dirancang untuk Google Search

Beberapa waktu lalu, Microsoft sempat menyiapkan sebuah fitur menarik untuk Microsoft Edge yang memungkinkan pengguna Google Search mendapatkan hasil pencarian terkait pekerjaan atau organisasi mereka.

Artikelnya bisa kamu baca di : Microsoft “Berdamai” dengan Google? Edge Bakal Dukung Pencarian Kerja dari Google

Namun kawan kawan, kini ada kabar terbaru karena Microsoft justru memutuskan untuk membatalkan fitur tersebut.

Nah, fitur yang dimaksud sendiri adalah Work Search Banner, dimana sebelumnya fitur ini sudah tersedia untuk Bing.

TONTON JUGA:

Cara kerjanya cukup sederhana, ketika pengguna mencari sesuatu dan ternyata terdapat informasi relevan dari organisasi atau tempat kerja mereka, Edge akan menampilkan notifikasi yang kemudian mengarahkan pengguna ke Microsoft 365 Copilot untuk melihat informasi lebih lanjut.

Dan menariknya, Microsoft sempat berencana membawa kemampuan tersebut ke Google Search, dengan begitu, pengguna yang menggunakan Google sebagai mesin pencarian tetap bisa menemukan informasi organisasi mereka tanpa harus pindah ke Bing.

Tiba-Tiba Dibatalkan

Awalnya, fitur ini direncanakan mulai diluncurkan pada Juni 2026 dan tersedia secara umum pada September 2026, namun Microsoft ternyata memilih untuk membatalkan fitur tersebut.

Karena dalam roadmap Microsoft 365, fitur Work Search Banner untuk Google Search kini berstatus canceled dan sayangnya Microsoft tidak menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.

Apakah karena masalah teknis, kurangnya minat pengguna, atau Microsoft merasa fitur tersebut tidak sebanding dengan usaha pengembangannya? Hingga saat ini sayangnya belum ada jawaban.

Namun yang cukup menarik, ini sebenarnya menjadi salah satu bentuk kerja sama yang cukup tidak biasa antara Microsoft dan Google, apalagi sebelumnya Microsoft juga telah membuat Edge mendukung login menggunakan akun Google.

Namun untuk fitur pencarian kerja di Google Search ini, sepertinya Microsoft memilih untuk mundur.

Nah untuk lebih jelasnya sih mari kita tunggu kabar resmi dari Microsoft mengenai apa sih alasan mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan project ini, apakah karena kurangnya minat pengguna? mungkin saja sih, tapi bagaiman menurutmu? komen dibawah guys.

Via : Microsoft


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan atau butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation