PHK masal tampaknya masih terjadi bukan hanya di Indonesia namun juga di hampir seluruh perusahaan besar didunia, termasuk Microsoft yang rumornya mereka tengah mempersiapkan putaran baru pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diperkirakan akan diumumkan pada pekan depan.
Jadi, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, jumlah karyawan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 5.500 orang, atau kurang dari 2,5% dari total sekitar 220.000 karyawan Microsoft di seluruh dunia.
Dan jika laporan ini benar, maka ini akan menjadi salah satu PHK besar Microsoft setelah perusahaan sebelumnya juga melakukan pengurangan ribuan karyawan dalam beberapa tahun terakhir.
Divisi Xbox Hingga Sales Disebut Akan Terdampak
Nah laporan tersebut menyebut bahwa PHK kali ini tidak akan hanya menyasar satu divisi saja, namun menyasar beberapa bagian mulai dari divisi sales, divisi consulting, dan tim Xbox Gaming.
Meskipun begitu, menurut informasi dari Bussiness Insider, sebagian karyawan yang terdampak kemungkinan akan langsung ditawarkan posisi lain di dalam Microsoft, sehingga tidak semuanya benar-benar kehilangan pekerjaan.
Tetapi, hingga saat ini Microsoft sendiri masih belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kabar tersebut.
AI Kembali Jadi Alasan Utama
Nah jika melihat arah bisnis Microsoft selama beberapa tahun terakhir, kabar ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Mereka terus meningkatkan investasi dibidang Artificial Intelligence mulai dari pengembangan Copilot, Azure AI, infrastruktur data center, hingga berbagai layanan AI lainnya.
Di sisi lain, besarnya investasi tersebut membuat perusahaan harus melakukan efisiensi di berbagai sektor.
Bahkan menurut laporan tersebut, para investor juga mulai memberikan tekanan kepada Microsoft karena khawatir investasi AI yang sangat besar belum menghasilkan keuntungan sesuai harapan. Nah terkait hal tersebut, bahkan dalam satu bulan terakhir, harga saham Microsoft bahkan disebut mengalami penurunan sekitar 19%, yang menjadi performa bulanan terburuk sejak era dot-com.

Tapi, meskipun begitu kabar ini masih sebatas laporan dari sumber internal yang mengetahui rencana tersebut, sementara itu belum ada konfirmasi resmi dari Microsoft sehingga bisa saja keputusan ini akan berubah.
Via : Bussiness Insider
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
