Apple Dikabarkan Hentikan MacBook Neo, Harga Laptop Murahnya Bisa Naik

Sebuah kabar buruk untuk kamu yang saat ini berminat meminang Macbook Neo, karena kabarnya Apple mulai mempertimbangkan untuk menghentikan penjualan varian dasar MacBook Neo hanya beberapa bulan setelah laptop tersebut dirilis.

Nah keputusan ini muncul setelah biaya produksi meningkat drastis dan permintaan pasar ternyata jauh melampaui ekspektasi awal Apple. Seperti yang kita tahu, Macbook Neo saat ini menjadi idaman banyak pengguna, terutama pengguna dengan dana tipis dan ingin mencoba mendapatkan pengalaman Mac.

Meskipun dari sisi spesifikasi, perangkat ini hanya menggunakan Chip A18 Pro, namun banyak review mengungkap performa dan kualitasnya jauh diatas laptop Windows dengan harga yang sama, oleh karena itulah banyak pengguna Windows juga mulai memperhatikan kehadiran produk tersebut.

Masalah Besar Bagi Apple

TONTON JUGA:

Namun di balik popularitas tersebut, Apple disebut menghadapi masalah besar pada sisi produksi. Karena berdasarkan laporan dari analis industri Tim Culpan, MacBook Neo awalnya memanfaatkan chip A18 Pro “binned” atau chip sisa produksi iPhone yang memiliki satu inti GPU nonaktif.

Dengan strategi tersebut Apple bisa menekan biaya produksi secara signifikan, namun masalah ternyata penjualan MacBook Neo terlalu tinggi hingga stok chip tersebut mulai habis, sehingga Apple kini harus memproduksi chip baru dengan biaya yang jauh lebih mahal, sementara harga RAM global juga saat ini masih naik tajam dalam beberapa bulan terakhir.

Varian Murah Akan Dihentikan

Oleh karena itu, Apple disebut sedang mempertimbangkan untuk menghentikan varian paling murah yaitu varian dengan storage 256GB dan hanya menyisakan model 512GB yang lebih mahal. Jika langkah ini benar terjadi, maka harga masuk MacBook Neo otomatis akan naik sekitar $100 tanpa perlu mengubah harga tiap model secara langsung.

Meskipun begitu, hingga saat ini Apple belum memberikan pernyataan resmi terkait penghentian MacBook Neo versi dasar tersebut, namun jika rumor ini benar, maka tentu pengguna yang tertarik meminang perangkat ini mau tidak mau harus beli versi yang 512 GB.

Bagaimana menurutmu guys? komen dibawah


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan atau butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation