Sebuah laporan terbaru dari AtlasVPN baru baru ini mengungkapan bahwa Google Chrome menjadi browser paling rentan ditahun 2022, hal tersebut karena berdasarkan laporan dari AtlasVPN, Google Chrome setidaknya telah mencatat lebih dari 303 vulnerability tahun ini.

Sementara itu ditempat kedua, Firefox hadir dengan laporan setidaknya 117 kasus vulnerabilties, diikuti dengan Microsoft Edge, Safari dan Opera.
Jika dilihat dari graphic diatas, Google Chrome telah mendapatkan sekitar 3.159 vulnerabilties diikuti dengan Mozilla Firefox, Safari, Microsoft Edge dan Opera.
Nah meskipun sama sama berbasiskan Chromium, tentu Google Chrome, Microsoft Edge, Opera dan lainnya terkadang berbagi vulnerability pada browser mereka, hanya saja, terkadang memang ada sebagian yang terpisah dan dipisahkan dari fitur serta layanan yang dihadirkannya.
Namun untuk para pengguna masalah ini tidaklah perlu dikhawatirkan, karena setiap bulan bahkan minggu, penyedian browser ini akan terus memperbarui browser mereka agar pengguna bisa berselancar di Intenet dengan aman dan nyaman.
Nah, jadi, meskipun laporan dari AtlasVPN ini mengungkapkan bahwa Google Chrome menjadi salah satu browser dengan vulnerability paling banyak, hal tersebut tentu bukan menjadi kekhawatiran, karena seperti biasa, vulnerability yang ditemukan akan segera diperbaiki dalam security update yang dihadirkan.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
