Sebuah pengumuman terkait aturan di mesin pencari Google baru saja diumumkan dimana kali ini Google akan menargetkan praktik yang cukup mengganggu pengguna yaitu “back button hijacking”.

Bagi yang belum tahu, “back button hijacking” ini sendiri adalah sebuah teknik dimana website akan memanipulasi tombol kembali / back di browser. Nah biasanya ini dilakukan dengan JavaScript untuk mengubah riwayat browser yang akan berdampak saat pengguna menekan tombol back, bukannya kembali ke hasil pencarian mereka justru diarahkan ke halaman lain.
Nah contoh javascriptnya biasanya seperti ini :
// Menambahkan history palsu
history.pushState(null, null, location.href);
// Saat tombol back ditekan
window.onpopstate = function () {
// Arahkan ke halaman lain (misalnya iklan)
window.location.href = "https://example-ads.com";
};
atau bisa juga ini
window.addEventListener("popstate", function () {
setTimeout(() => {
window.location.replace("https://affiliate-link.com");
}, 100);
});
Nah halaman tersebut biasanya berisi spam, iklan berlebih dan link afiliasi yang berlebihan yang tentu akan merusak pengalaman pengguna, menipu navigasi browser dan digunakan untuk spam dan monetasi paksa.
Oleh karena itu, sekarang teknik ini dianggap sebagai pelanggaran serius oleh Google.
Deadline Hingga Juni 2026
Untuk kamu pelaku atau pemilik website yang menerapkan metode tersebut, Google memberikan waktu hingga 15 Juni 2026 untuk menghentikan praktik ini, dan jika seandainya tidak dipenuhi, Google akan secara paksa menurunkan ranking di Google Search bahkan hingga hilangnya visibilitas di hasil pencarian.
Baca Juga : Awas, Situs Palsu Update Windows Sebarkan Malware Pencuri Password
Google juga meminta pemilik situs untuk melakukan recheck pada script javacript di website, kode dari ad network dan library pihak ketiga.
Baca Juga : Microsoft Hadirkan Fitur ala macOS ke Windows Lewat PeekDesktop
Nah bagi pengguna, jelas kebijakan ini adalah hal baik karena akan meminimalisir website nakal dengan navigasi yang tidak normal. Sementara bagi developer dan pemilik website, sekarang harus lebih berhati hati dengan script dan tentu tidak bisa lagi mengakali navigasi user.
Namun yang pasti, langkah Google ini jelas menunjukan bahwa mereka sedang fokus dan semakin serius terhadap kualitas pengalaman pengguna. Bagaimana menurutmu? komen dibawah guys.
Via : Google
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
