
Seperti yang sudah saya jelaskan dalam artikel Setup Home Server Saya di GEEKOM A5, nah di Setup ini saya hanya mengandalkan WSL untuk berbagai service yang berjalan hampir 24/7, mulai dari website, cloud storage, password manager dan lainnya, overall aman dan lancar jaya tanpa ada kendala.
Namun, satu hal yang paling sering ditanyakan pembaca biasanya bukan soal performa processornya, melainkan soal penggunaan RAM dari Windows Subsystem for Linux itu sendiri.
Nah hal ini karena memang jika kita perhatikan, penggunaan memori WSL di Windows kadang terlihat cukup “menyeramkan”. Bahkan dalam beberapa kondisi, Task Manager bisa menunjukkan pemakaian RAM beberapa GB hanya untuk vmmem atau WSL saja.

Padahal menariknya, di setup home server saya sendiri, penggunaan RAM sehari-harinya sebenarnya cukup normal. Untuk beberapa service seperti Nginx, MySQL, OwnCloud, Vaultwarden, dan beberapa monitoring tools secara keseluruhan penggunaan memorinya relatif stabil dan tidak tiba-tiba memenuhi RAM sistem.
Bahkan pada mini PC dengan RAM 16 GB, semuanya masih berjalan cukup nyaman sambil tetap dipakai kerja harian di Windows 11.
WSL Makan RAM Besar?
Menjawab pertanyaan tersebut, penggunaan RAM besar di WSL biasanya terjadi bukan karena WSL memakan RAM tanpa alasanm namun lebih karena workload Linux yang memang aktif berjalan di background.
Misalnya seperti filesystem Linux memanfaatkan RAM sebagai cache, atau ada proses yang sebenarnya idle tetapi belum melepaskan memory dan tentu ini cukup umum di dunia linux.

Nah bahkan, di server Linux native sekalipun, RAM kosong biasanya memang akan dimanfaatkan sebanyak mungkin agar performa tetap cepat, jika tidak salah ada filosofinya loh, yaitu RAM kosong adalah RAM yang terbuang.
Oleh karena itulah kadang pengguna Windows melihat angka usage tinggi lalu langsung mengira ada memory leak, padahal sebenarnya sistem masih sehat.
Ada fitur Memory Reclaim
Nah ada bagian yang menarik dari fitur ini guys, yaitu sekarang WSL 2 sudah memiliki mekanisme memory reclaim yang jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu.
Jika kamu dulu sempat menggunakan WSL2 versi awal, mungkin kamu masih ingat bagaimana RAM yang sudah dipakai Linux sering terasa “nyangkut” terus di Windows, yang misalkan nih, kamu habis menjalankan Docker build, compile project besar, atau install package dalam jumlah banyak, penggunaan memory dari vmmem bisa tetap tinggi meskipun prosesnya sebenarnya sudah selesai.
Meskipun pengguna bisa mengatasinya dengan menjalankan wsl –shutdown untuk paksa shutdown WSL, namun tentu itu sangat merepotkan.
Kabar baiknya, sekarang behavior tersebut sudah jauh lebih baik, hal tersebut karena melalui mekanisme memory reclaim terbaru, Windows dan kernel Linux di WSL kini bisa bekerja lebih dinamis dalam mengelola memory.
Jadi ketika Windows mulai membutuhkan RAM tambahan untuk aplikasi lain, WSL bisa secara otomatis mengurangi page cache, membersihkan unused memory dan melepaskan sebagian RAM kembali ke host Windows. Dan jujur saja, peningkatan ini sangat terasa untuk penggunaan harian
Tapi Lebih Baik di Limit
Nah meskipun memang fitur memory reclaim ini sudah jauh lebih baik, saya pribadi tetap menyarankan untuk memberikan limit RAM pada WSL, terutama kalau device yang dipakai juga digunakan untuk kerja harian.

Saya sendiri limit memory sizenya hanya di 8 GB saja yang jelas ini sudah sangat cukup untuk menjalankan service yang saya miliki dibelakang layar.
Tapi kenapa di limit?, nah karena bagaimanapun server tetaplah server, kadang ada indexing file, backup otomatis ataupun caching database yang membuat penggunaan memory tiba-tiba melonjak cukup tinggi. Jadi saya tidak mau WSL ini malah mengganggu sistem Windows utama saya, terutama dalam hal performa.
Jadi jika kamu merasa bahwa WSL ini memakan banyak RAM, enjoy aja gak sih, selama kamu tidak menggunakan memory hingga mentok dan sistem masih berjalan normal, sebenarnya hal tersebut bukan sesuatu yang perlu terlalu dikhawatirkan.
Nah apakah kamu pakai WSL juga? komen dibawah guys dan berapa banyak sih pemakaian RAM WSL kamu?. Semoga artikel ini bermanfaat, terima kasih.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
