Home Editorial Melampaui Fanboyisme – Tawarkan Kontribusi Positif untuk Hal yang Kamu Cintai

Melampaui Fanboyisme – Tawarkan Kontribusi Positif untuk Hal yang Kamu Cintai

Melampaui Fanboyisme

Istilah fanboy mengemuka dalam perseteruan video game sekitar tahun 80-an. Meskipun demikian, kata ini menurut Gizmodo ditengarai muncul pertama kali saat Konvensi komik di Chicago pada tahun 1973. Dalam konteks teknologi, kata ini digunakan untuk mengidentifikasi seorang yang secara fanatik sangat subjektif terhadap merek tertentu sehingga cenderung melakukan segala cara untuk mengunggulkan produk yang didukungnya dan menjatuhkan merek lain. Dalam perseteruan video game yang disinggung di atas, ini terjadi dalam konteks perseteruan penggemar Sony (Playstation) melawan Nintendo yang dulu masih memegang tahta raja video game. Perseteruan itu kemudian bergeser pada Sony (Playstation) vs Microsoft (XBox) yang cukup unik, karena banyak penggemar XBox yang tak menyadari bahwa konsol yang dimilikinya itu diproduksi oleh Microsoft.

Di era smartphone, fanboy-isme ini mengerucut pada perseteruan Apple vs Android. Tipikal penggemar Apple yang sangat loyal, rela membeli apa saja produk Apple dan bangga akan produk tersebut mendapat legitimasi dari definisi fanboy. Namun, di era 2013-2015, fanboy Microsoft mulai menarik perhatian karena militansinya.

Melampaui Fanboyisme

Sayangnya citra fanboy Microsoft ini cukup semakin lama berkembang ke arah sisi negatif. Kelompok pembela Microsoft – utamanya Windows Phone ini merupakan yang ‘paling rajin’ menyisir berbagai situs teknologi untuk memberi komentar dengan karakteristik: memburuk-burukkan OS lain dan mencaci maki siapa saja yang berkomentar negatif soal produk Microsoft atau Windows Phone. Ini menjadikan para figur teknologi terkemuka seperti Michael Fisher, Tom Warren, bahkan Daniel Rubino yang secara de facto adalah pimpinan redaksi Windows Central menjadi jengah oleh para fanboy tersebut. Jangankan tokoh teknologi, para fanboy ini bahkan memperlakukan para petinggi Microsoft dengan kurang hormat bila ada masalah.

Melampaui Fanboyisme

Eskalasi kemunculan dan sebaran fanboy ini semakin meningkat dan turut berperan dalam terbentuknya citra negatif Windows Phone di mana-mana. Bagaimana bisa tertarik dengan Windows Phone jika para penggunanya rajin keliling untuk menjelek-jelekkan OS lain dengan berbagai ungkapan kasar dan buruk – berlindung pada alasan klise: internet freedom of speech.

Oleh karena itu, Winpoin sebagai sahabat kalian, sesama pengguna perangkat Microsoft yang juga berbagi cerita dan ceria tentang asyiknya menggunakan perangkat Microsoft ini, mengajak diri sendiri dan teman-teman bersama-sama untuk melampaui fanboyisme guna membangun citra positif komunitas yang kita cintai bersama ini. Apa saja yang dapat kita lakukan untuk ‘melampaui fanboyisme’?

 

Beli produk dari platform kesayanganmu

Menerima Windows Phone

Interisti rajin membeli tiket terusan dan merchandise untuk mendukung tim kesayangannya, wota rajin membeli tiket show FX Mall dan kado demi oshinya, otaku anime berupaya beli BD anime favoritnya – kesemua itu untuk apa? Demi mendukung agar apa yang disukainya tetap langgeng, bertahan dan menghasilkan karya-karya lain yang memuaskan hati penggemar.

Dengan nalar yang sama, kalau kamu merasa puas dengan apa yang diberikan produk Microsoft kepada kamu, belilah produk-produk mereka untuk mendukungnya. Cara ini lebih positif dan memberikan dukungan finansial langsung kepada platform agar dapat melanjutkan eksistensinya.

 

Bantu orang-orang yang mengalami kesulitan terkait platform kamu dengan cara menjawab pertanyaan dan menyampaikan kritik kekurangan platform secara elegan

Banyak orang yang penasaran akan produk platform tercinta kamu dan banyak juga yang sudah menggunakan layanan platform kamu, tapi mengalami kesulitan ketika memanfaatkannya. Kamu dapat memberikan kontribusi positif dengan membantu orang-orang ini.

Banyak tempat di media sosial yang memungkinkan kamu meluangkan waktu membantu mereka. Ada Twitter, Facebook, Kaskus Windows Phone Forum, Winpoin Forum, atau platform tanya jawab yang sedang naik daun, Quora.

Melampaui Fanboyisme

Ingin agar platform kamu lebih baik? Sampaikan kritik kepada empunya platform (Microsoft) secara baik. Kritik ini bermanfaat agar platform berbenah, sekaligus juga merupakan bentuk pembelaan kita kepada orang-orang komunitas yang sudah terlanjur menggunakan platform. Tom Warren dari The Verge, Paul Thurrott dari Thurrott, dan Michael Fisher dari Pocketnow adalah jurnalis yang selalu menyampaikan kritik agar Microsoft dapat berbenah serta memberikan pengalaman terbaik kepada para penggunanya. Sayangnya hal ini sering disalah-artikan oleh para fanboy sehingga mereka ‘rajin’ menyerang komentar negatif dari para sesepuh jurnalis teknologi ini.

Melampaui FanboyismeSaking seringnya dicela, Michael Fisher yang sudah mendukung Windows Phone sejak zaman Windows Mobile acapkali menyindir perilaku fanboy. Misalnya ketika dia mengungkapkan keheranannya, tumben kolom komentar review Lumia 950 di Pocketnow cukup jinak, padahal dia banyak mengkritik device tersebut. Sikap antipati dari para tokoh yang sebenarnya sudah mendukung Microsoft sejak lama ini seharusnya jangan sampai terjadi, karena ketika kita baru belajar memaki, mereka sudah menyebarkan serunya menggunakan perangkat Microsoft kepada seluruh dunia!

Dengan membantu menjawab pertanyaan orang lain terkait platform serta memberikan kritik yang membangun secara elegan kepada platform, kamu akan dapat menciptakan citra positif untuk platform yang kamu dukung.

Melampaui Fanboyisme

Bahkan kamu dapat juga memperoleh respek dari komunitas lain. Citra positif ini tentu saja akan menjadikan orang tidak ragu untuk memilih platform kamu, karena dukungan komunitas bisa jadi salah satu alasannya. Tentu saja orang lebih baik memilih komunitas yang ramah daripada komunitas yang marah untuk menambatkan hati.

 

Dukung developer yang menyumbangkan karya untuk platform kamu

Saya merasa sedih ketika mendengar membaca berita Microsoft kurang menunjukkan penghargaan pada developernya. Rudy Huyn sering harus berjuang seorang diri berhadapan dengan startup pemilik layanan orisinil, HERE yang lama menjadi bagian Windows Phone terlihat luntang lantung setelah Microsoft mengakuisisi Nokia dan Microsoft tak kelihatan berminat memberi bantuan finansial atau membeli perusahaan yang dalam kesulitan tersebut, beberapa developer mengeluhkan sistem langganan yang kurang bersahabat atau pembayaran yang datang terlambat.

Tapi saya lebih sedih lagi ketika fanboy Microsoft – Windows Phone begitu reaktif secara negatif terhadap developer yang mengeluhkan situasi tersebut atau bahkan sampai mengundurkan diri dari memberikan layanan untuk Windows Phone. Ketika Path berpamitan dengan pengguna Windows Phone, di antara banyak komentar di laman resminya, terselip juga banyak cacian dan sikap-kami-tidak-butuh-layananmu dari para pengguna Windows Phone. Padahal belum tentu para pengguna tersebut mendukung developer ini secara semestinya selama mereka memberikan layanan di Windows Phone. Seperti apa dukungan yang diinginkan developer?

Yang utama tentu saja membeli layanannya. Kalau dari berbagai berita media kamu bisa memahami bahwa membuat aplikasi di Windows Phone itu susah, bahasa pemrogramannya lebih rumit, dan sebagainya – maka hargailah mereka yang telah menempuh segala kesulitan tersebut dengan membeli layanan mereka. Jika menggunakan sistem iklan seperti milik Path, maka jika memang ada iklan yang isinya membuat kamu tertarik, kamu bisa mengunjunginya melalui iklan di aplikasi tersebut agar developer mendapatkan kompensasi finansial atas kerja kerasnya.

Metronome StudioJika dana yang kamu miliki terbatas, kamu bisa ikut mendukung aplikasi tersebut dengan memberikan rating bintang yang baik disertai komentar yang bagus. Sayang sekali sering di Windows Store, para pengguna memberikan rating buruk disertai dengan caci maki terkait fitur dan pengalaman pengguna.

Coba kamu bayangkan fenomena ini dari sudut pandang developer. Sudah penggunanya sedikit, perilakunya kasar, beli seringkali ogah (banyak komentar semacam “seharusnya aplikasi ini digratiskan saja” di Store), kalau developer kena masalah malah ikutan mencaci — Dari sini saja kita bisa bayangkan betapa tidak menariknya Windows Phone bagi developer.

Sudah sering diulas bahwa salah satu masalah yang mencegah Windows Phone merebut pangsa pasar yang lebih besar adalah karena minimnya dukungan developer berujung lebih sedikitnya jumlah aplikasi di Store dibanding OS lain. Mungkin Microsoft melakukan beberapa strategi yang salah, sehingga dulu developer enggan terjun mengembangkan aplikasi di platform ini. Tapi seiring dengan beberapa perubahan yang cukup positif seperti strategi Universal Apps, setidaknya hal yang dapat kita lakukan untuk mendukung adalah membantu membuat developer merasa nyaman di platform ini. Semua orang ingin dicintai, termasuk juga developer. Kalau developer merasa nyaman dan didukung oleh komunitas Windows Phone, itu bisa menjadi bahan pertimbangan bagi mereka untuk tetap ‘berjuang’ mempertahankan layanan mereka di Windows Phone.

 

Bangun citra positif platform – Mulai dari citramu lebih dulu

Mungkin kamu punya cita-cita luhur untuk ikut serta membangun citra positif platform yang kamu sayangi, tidak perlu berpikir terlalu jauh. Kamu bisa memulai dengan membangun citra positif kamu sendiri. Tanpa kenal lelah menyebarkan kabar mengenai platform dengan cara yang kreatif  dan positif. Jika kamu penggiat sosial media, mungkin kamu bisa menyatakan dukungan kamu terhadap platform dan berbagi pengalaman positif dengan perangkat yang kamu gunakan.

Melampaui FanboyismeJika seandainya kamu memiliki kemampuan teknis lebih besar, mungkin kamu dapat membantu menjadi developer aplikasi untuk platform kesayangan kamu atau minimal membagikan trik-trik asyik kepada teman-teman satu komunitas.

Platform kesayangan kamu akan bersinar jika kamu menyiraminya dengan cinta, bukan dengan cara menebarkan rasa benci pada platform lain. Itu justru menebalkan citra negatif dunia kepada platform kamu. Kebenaran soal ini bisa kamu buktikan sendiri dalam banyak hal.

 

Kesimpulan

Kenapa saya mengangkat tema ini? Karena saya yakin cinta yang diungkapkan secara positif akan kembali kepada kita secara positif juga.

Melampaui FanboyismeMungkin beberapa di antara kamu tahu cerita ini. Sebelum memenangkan Senbatsu 2015, Sashihara Rino adalah ketua Wota yang disegani, pendukung setia yang rajin membeli tiket pertunjukan dan semua merchandise AKB48, bersorak paling depan, dan dengan ceria mengantri tanda tangan para member. Sashi adalah sedikit di antara mereka yang telah melampaui fanboyisme dan memberikan kontribusi positif bagi hal yang dicintainya – lalu (tanpa diduga) sukses menjadi bagian hal yang dia cintai tersebut.

Intinya, jika kamu mencintai sesuatu, maka berikanlah kontribusi positif terhadap hal yang kamu cintai tersebut – pada akhirnya itu semua akan kembali kepada kamu sendiri. Apalagi jika kamu berharap bahwa hal yang kamu cintai itu bisa tumbuh makin besar dan kamu ikut bahagia karena sudah mendukungnya sejak awal. Maka lampauilah fanboyisme. Berikanlah kontribusi positif untuk hal yang kamu cintai!

 

Penulis Winpoin yang paling sering minta dimaklumi kalau lagi lama nggak nulis | Dengan senang hati menjawab pertanyaan seputar Windows Phone lewat akun Twitter @kikisidharta
  • erlang

    Biasanya sih yg komen2 jelek itu user windows phone yg baru pindah dari android/ios. Komen jeleknya itu pasti ngebandingin kelebihan dari os yg dia pake sebelumnya dari app nya yg kurang banyak sama perform/fitur app nya yg ga selengkap di android/ios. Terus endingnya selalu bilang nyesel beli windows phone.

    • faishol adib

      sebenernya nggak juga, tapi sudah ada yang mengikuti lama. Mungkin karena efek psikologis, sering ada update untuk preview tetapi nggak final-final, jadinya nagih. hehe
      Padahal ya belum lama juga semua device dapet Lumia Denim.

      • RiDho Ahmad

        “efek psikologis” :v

    • Stephen Sugiarto

      kalau menurut aku sih, aku milih windows phone karena ke”unikan”nya. kaga mainstream. kalau mainstream gak seru

  • Andreas Hariyo

    Untuk teman teman pengguna Windows Phone, marilah buat citra Windows Phone makin baik, dengan menunjukkan kelebihannya tapi juga menjelaskan dengan baik apa saja yang kurang tanpa harus mencibir, dan kalo ada pengguna os lain menghina biarkan, toh setiap os memiliki kemampuan berbeda, lagian selama gua gunain Windows Phone belom ada masalah yg serius.

  • Alhamdulilah selama ini ane udah berkontribusi secara baik, beri rating baik meskipun aplikasinya kurang maksimal, karna ane pingin developer yang ane beri rating semangat buat kembangin aplikasinya di WP

  • IMIEN COVER BOY

    Games WORLD OF TANKS BLITZ hadir di windows store,,,tpi ukuranya hampir 5GB https://uploads.disquscdn.com/images/ce97f8ec157d0fd1be0fe03fcc6343cb6bda37c21d9e83ab549844a001f69cf4.png

    • zainzacky

      Yag bner aj,,sayang ama data nya,,,,

      • IMIEN COVER BOY

        Itu bukti SSnya…..

        • zainzacky

          Klo game buat komputer oke lH..tp klo buat hape ,gk kbyang kuat ap nggak

          • IMIEN COVER BOY
          • zainzacky

            Kuat d hp gk kuat d kuota,,,
            Nunggu gratisan wifi dlu,,
            Tp kmu dh nyoba kah

          • IMIEN COVER BOY

            Yupp,,bner banget,,Q jga lgi cari wifi yg kenceng gx nemu”,,jadi pending downloadnya….

          • zainzacky

            Pngen pake wifi id ntr takutnya tba tba sinyal putus putus,,,lgian jga bisa sejam lbih tu dwolodnya

          • IMIEN COVER BOY

            1 jam 1GB,,jadi 4,7GB hampir 5 jam…

          • zainzacky

            Ternya tdak bnar bnar 4,7 gb,,d windows central mnjelskan yg terdwload 1,7gb

          • IMIEN WITH COVER

            Wihhhh,,pa mungkin itu kesalahan dari developer…..

          • zainzacky

            Mngkin versi pc nya 4,7gb..
            Lgian sblumnya dah ad d store cuman blum bsa d dowload,skrang dh ad d store n mngkin jga kslahan mngkin tdak

    • Monkeey

      direview dong klo udh download :p

      • IMIEN COVER BOY

        Sippp,,ntar yach kalau dah nemu wifi yg cpatt…

  • Woah Michael Fisher itu idola pertama kali ttg tech ane tuh dia di channel youtuber PocketNow.

    • Lucu dia orangnya… (^ ^)/

  • Fakhrur Rozi

    Aiihh, panjang bgt cerita ny yak ☺
    Tp, semua ny bner bgt, fan apapun skrg, baik musik, olahraga atau pun gadget spt ini udh bnyk bocah ny, yg paling pnting ya dukungan baik langsung atau tidak langsung, baik pujian atau saran(kritikan membangun), jgn smpai mencaci, #staysupportmicrosoft

  • Yaa asal jangan berlebih-lebih kan saja deh dalam melakukan fanboyisme terhadap sesuatu APAPUN itu, biasa aja, dan bersikap sopan juga santun.

  • Kurotsuki Kaitou

    Jangankan platform OS… Lha wong di fesbuk aja banyak kok fanboys SS vs SN yang pada berantem…. :v

    • Billymadrid

      SS SN apaan

      • Ida Bagus Anom Sanjaya

        Sudirman Said vs Setya Nadella eh, Setya Novanto maksudnya

      • Kurotsuki Kaitou

        Sudirman Said vs Setya Novanto … :p

    • Lebih heboh lagi… Yang berantem masalah agama… ( 0 0)/

  • yocktan

    Menurutku sih, banyak juga website yang sengaja bikin click-bait article untuk memancing banyak orang membuka websitenya (pendapatan dari iklan).
    Seorang netizen/fan yg sudah dewasa, pasti tau mana yg artikel yg sekedar mancing tap/klik, atau artikel yg bermutu dan cocok buat temen ngopi.
    Kalau netizen/fan yg masih labil sih apa aja dicaci. Jangankan OS, berita politik, perilisan Honda Beat atau Lamborghini terbaru, atau perilisan video klip Justin Bieber pun bakalan jadi bahan cacian atau debat kusir yg gak penting.

  • Yudy Bendho Kamba

    Intinya hargai usaha devlop nya. Apapun os nya.

  • tezzs

    gw baru tau istilah fanboy tu gitu semacem pasukan nasi bungkus ye….
    hmmm…sebenernya kritik itu bagus cuman yang lebih obyektif dan berikan alasan yang sesuai mengapa perlu di kritik atau solusi dan saran yang bisa mengubahnya menjadi lebih baik.

  • Donquixote D. Doddo

    #oot, info min, windows insider dpt update baru

  • perfectminor

    btw @ambrosiana & @kikisidharta bukannya satu produk yak :p
    ciieee fanboy microsoft :D

    yg ane gak suka dari fanboy windows phone adalah bilang “gw lebih suka windows phone ketimbang android, android pakai ram 2GB aja masih ngelag, coba windows phone, pake ram 1GB aja bebas ngelag. soalnya gw udah ngerasain dua duanya”

    • Satu produk… (0 0)/

      Makasih sudah mengingatnya… (^ ^)

    • Andreas Hariyo

      Ya itu sebenarnya fakta juga sih ya, gua pengguna Windows Phone juga merasakan

  • Lee RedBerry

    typical fanboys jaman sekarang tu ga jauh dari…. ganteng dikit cekrek, ganteng banyak cekrek, ganteng banget cekrek cekrek…

    • Wira

      Nyengir baca ini komen wkwkwk

    • RiDho Ahmad

      jangan disamakan lah gan itu cuma alay/narsis
      sejauh ini ane selalu suka sama iklan2 eXIS karena kocak

      :v gak nyangka ngomong gini

  • Ternyata Budi ya yang seling jelek jelekin Sisil… (> <)/

    • BUDI

      Sisil gen berapa ya? Udah lama juga sih ngga ngewota, terakhir sampe gen 2 keluar.

      Sudah bosen ngewota dari jaman perform di parkiran.

  • Nurcahya

    Jangankan Fansboy teknologi
    di komunitas anime anime aja ada beberapa Fansboy saitama yang terlalu mendewakan saitama dan menjelek jelekan Karakter lain. saya sendiri sebagai fansboy saitama merasa sedih, karena Fansboy seperti itu menjelekan citra Saitama

    • Jangankan anime shonen yang gedebak gedebuk dan anak-anaknya punya adrenalin tinggi.

      Di komunitas anime moe moe aja perangnya panas dengan kalimat tren: “Waifumu lacur Mz”

      ( 0 0)>

      • Rizal Faisal Akbar

        tolong miku jangan masuk kategori “waifumu lacur mz”

        ._.

        • Nurcahya

          pas itu kalo gk salah ada yang kayak gitu :’v

          • Rizal Faisal Akbar

            oh men ._.

  • aku sih bukan fanboy, tapi fangirl .-.

    • RiDho Ahmad

      ahh yg bnr km cewe :v ?

      • aku cwo -_-

        • RiDho Ahmad

          ohh :v

  • Reowijaya

    True story hahah
    Sayapun sepertinya cenderung ke arah fanboyism,, tapi mungkin ke arah yang baper kalo banyak aplikasi yg dicabut Dari store Dan diam2 mengirim email kepada developer, dengan memohon2 agar mengurungkan niatnya, meski tak pernah berhasil :D pastinya dengan bahasa yg sopan
    Masalah menjelekan platform lain sih kayaknya hampir semua seperti itu, Dan tak bisa dicegah termasuk says (jujur) :D tapi kalo mencak2 developer sih.. Ide yang sangat buruk, kalopun mereka jarang update aplikasinya, sekalinya update butuh 2 tahun,atau tau tau app Nya dicabut dr store :( Kira harus menghargai mereka yg sudah meluangkan waktunya bergelyt Dengan ribuan vodec untuk Mau membawa app nya ke platform kita

  • yaya

    windows phone dihati…
    aku cinta windows phone…

  • Rizal Faisal Akbar

    memang pada kenyataannya begitu. ane pun dulu setipe tapi ga separah orang-orang sekarang. ane hanya heran tingkah laku penggunanya karena gara-gara OS sampe segitunya mendewakan. karena ane hanya menyampaikan apa yang pernah ane gunakan dan pernah ane rasakan.

    dulu ane pengguna android sebelum akhirnya pindah ke windows melihat kemewahan windows phone. tapi sampai sekarang masih banyak teman-teman ane yang konsultasi masalah hp androidnya ke ane. (0.0)
    rata-rata mengeluhkan performance terhadap hpnya. dan rata-rata yang dateng ke ane pake hp samsung dan lenovo. minta di root atau segala macam agar performancenya kembali baik.

    untuk masalah feedback, beberapa ane kasih bintang 4-5 jika memang menurut ane layak mendapatkan. ane sampe rela membeli pulsa untuk membeli aplikasi mereka yang bagus. karena sekarang sudah diberi kemudahan untuk membeli aplikasi dengan sistem pemotongan pulsa jadi ane bisa sedikit berbahagia dan dapat menghargai kerjakeras developer. :D cuman sayangnya hanya berlaku di region Indonesia saja. T_T

    tapi jujur aja, beberapa aplikasi ane bakal kasih bintang 3 (maksimal) jika memang aplikasinya ‘agak missued’.

    jujur aja android memang “rajanya aplikasi” dengan segudang developer yang menanamkan modal disana. hanya sayangnya terkadang device yang digunakan membuat banyak orang mengeluhkan performance-nya.

    dan windows phone memang cukup baik di performancenya. hanya sangat disayangkan banyak developer yang enggan mengupdate aplikasinya, bahkan sampai “angkat kaki” karena feedback dari Microsoft yang kurang baik meskipun dari user tetap ingin mempertahankan aplikasi tersebut tetap hadir.

    ini kembali lagi ke user dan penampungnya (baik Microsoft, Android, iOS, Blackberry, dll) perihal feedbacknya seperti apa.

  • BUDI

    Karena ngga ada aplikasi buatan manusia yang sempurna.

    Nanti dikasih 5 bintang terus ada errornya kan ngga sesuai rating.

  • Monkeey

    kirain yg paling bikin jengah adl fanboy andro yg biasanya jelek2in ios. tp ternyata di luar negeri sana fanboy windows gak kalah mengerikan :o

  • Jujur… Saya sering “keceplosan” jadi fanboy, dan ‘sedikit’ mendewakan os yg saya pake… Cuman untungnya banyak dan sering diingetin sama sesama komunitas.. Dan diingetin kayak gini.. Semoga aja saya nggak kayak fanboy fanboy diluar sana yang terlalu ‘mendewakan’ platform yg mereka gunakan…

    To everyone: Ikuti tips diatas biar dunia teknologi kita jadi damai, tentram, dan berkompetensilah dengan sehat (ciee… Sok bijak :v)

  • jadi gatel pengen ikut komentar, wkwk. Masalah di caci maki sama user, buat ane itu udah jadi makanan dari dulu. :v

    • bruakakak…makanya sekarang km agak gemukan om..sering sarapan caci maki sih *eh :))

      Desember jgn kemana2 dl om..aku pulang malang kita ketemuan sm temen2 yg laen jg :v

  • Sekarang knp postingan di winpoin slalu ada gambar ceweknya :v

    • Wahid Budi Prasetyo

      Sssst jangan bilang siapa-siapa ya. Winpoin kebanyakan adminnya ngarep punya pacar cantik.*kaburrrr

    • Asep Mulyana

      Haha.. Gue yakin, admin WinPoin banyak yg jombi, eh.. Jomblo.. :v (peace min)

    • Andri Desmana

      wkwkwk, gua yakin para admin winpoin pada jomblo berkarat . . .

      • Rifqi AR

        om Febian udah punya anak bro :v

    • RiDho Ahmad

      kemungkinannya 80% dapat terjadi kalo penulisnya gan Kiki
      #Kabooor :v

    • Karena daku suka yang manis-manis… ( 0 0)/

  • Wahid Budi Prasetyo

    Kalau bicara soal pengalaman jadi fanboy (yang dewasa) sih sebenarnya cukup butuh kesabaran dan memikirkan celah tanpa menyinggung dengan tajam. Saya sendiri pernah beradu argumen dengan beberapa orang sok tahu yang dengan sengaja menjelek-jelekan platform lain mulai dari windows 10, windows phone, android bahkan ios. Tapi dari sana saya juga memendam rasa iri juga, kenapa mereka bisa seperti itu tanpa rasa bersalah membodoh-bodohkan suatu kaum(fanboy). Padahal tidak semuanya buruk. Banyak diluar sana orang yang tidak obyektif dalam menilai sesuatu. Entah itu pokoknya produk dengan os windows itu jelek atau bagaima. Saya tetap sabar saja. Yang paling utama saya percaya dengan microsoft. Meskipun beberapa produk masih bajakan. Terutama os windows, karena memang belum mampu juga beli yang orisinil. Tapi dengan beli lumia terbaru dan menggunakan bing dan produk microsoft lainnya sebagai layanan utama, saya rasa saya sudah mendukung microsoft walau hanya sedikit.

  • Tapi sayang kebanyakan fanboy sekarang sudah bermigrasi dari positif ke negatif, ada yang salah maki, gak terima maki, devicenya masih kalah sama yang lain maki, dan yang paling aneh tetangga sebelah di maki.

    Mungkin fanboynya masih baru atau masih agak labil jadi sering kayak gitu, kalau mereka ngerti apa maksudnya pasti mereka gak akan maki – maki. sudah gak tau apa yang sebenarnya terjadi bisanya cuman maki.

  • lelaki kipas… dasar, ada2 aja om zay ini :))

    • ZAi

      :v ckcckk

  • Rizal Faisal Akbar

    cowok kipas. hobinya ngipasin yang kedinginan *eh :v
    m…maksudnya ngipasin yang kepanasan yang mulai menggila :v
    om…. kau liar sekali :v

    • ZAi

      :v mungkkin kamu juga lelaki kipas *eh

      wkwkkw liar

  • riyusaiba

    Mumet ndiase

  • Gak munafik, ane jg prnh ky gitu dan mungkin msh ky gitu dlm bbrpa kondisi. Tp kalo menjelekkan developer, alhamdulillah gak pernah. Buat yg ga pernah ngerasain pusingnya ngoding mungkin gampang blg “aplikasi jelek amat” tp dia gatau gmna susahnya bikin tu aplikasi. Yaaa wlwpun ane bikin web app bkn mobile app tp sama2 ngoding lah intinya.
    Dan ane jg kdng agak sensi ama keputusan microsoft yg jujur aja ngerugiin buat ane, dlm hal ini mslh aplikasi yg distop sm microsoft pdhl aplikasi itu yg jd slh satu alasan ane buat pake windows phone.
    Kalo soal fanboy yg saling ngejatuhin satu sama lain ane gak tau dah, orang2 kurang kerjaan yg gabisa bikin tp cuma bs komen, komennya jelek pula. Biasanya android vs wp, komennya gini “android biang lag” sama “wp os gak laku gatot”. Kalo ios ane rasa jarang krn ios laku dan gak ngelag hahaha wlwpun ttp ada fanboy krng kerjaan kyk gitu.
    Windows phone bisa jd penguasa pasar mobile kalo microsft, user dan developernya bs saling melengkapi. Semogaaaa aja semua aplikasi wp bisa kayak whatsapp yg apdetnya jrng telat dan performanya 10/10.
    Ohiya, kalo utk game sbnrnya wp gak kalah2 bgt sm android atau ios. Makin bnyk game2 bagus di wp sampe ane bingung mau main yg mana dan akhirnya cuma anteng main age of empire.
    Btw, artikelnya bagus dan bs jd bahan koreksi buat ane khususnya selaku user windows dan windows phone :))

  • Mari kita melampaui fanboyisme bersama-sama :D

  • Nurcahya

    kalo saya malah gk pernah ngasih tau soal teknologi ke temen :v
    karena takut dibilang sok pinter.
    tapi pada akhirnya kemarin temen bilang, “lu sombong amat gk mau ngasih tau gw soal teknologi” :v

    • Rifqi AR

      sakit bruh :’v

  • RiDho Ahmad

    Supeeeeerrrrrr mendalam banget ..
    Setuju (y)
    mantap nih artikel gan Kiki

  • RiDho Ahmad

    :v yahhh artikel mendalam nih gan..

  • RiDho Ahmad

    harus denger nih fanboy andro yg sering nyusup + koar2 biar tergerak hatinya untuk insyaf :v eh dia aja udah lama ga nongol

    • Rifqi AR

      si dia… w kangen wakakakak

      • RiDho Ahmad

        ya gan :D

  • erlan

    hai para petuah Windows phone boleh gabung yakk .. newbieee.. :3 hehheeh.. adminya ternyata wotta juga..