App Gaps

Kampanye app gap sudah dilancarkan pesaing Windows Phone sejak begitu lama, hingga bagi kita terasa seperti syair zaman Tyranosaurus nyengir. Namun isu tersebut terasa semakin relevan, bahkan meskipun Microsoft sudah melancarkan Project Astoria dan Project Islandwoods untuk menyelamatkan citra Microsoft di Windows Mobile 10, semakin banyak yang meyakini bahwa inilah ‘cacat’ sesungguhnya dari perangkat mobile milik Microsoft. Inilah juga yang dijadikan biang keladi pindahnya para pengguna Windows Phone ke iOS dan Android.

Untuk kamu yang mungkin belum begitu akrab dengan App Gap dan mengapa ini menjadi sebuah masalah yang mengakar di Windows Phone, Winpoin akan membahasnya secara khusus untuk kamu!

 

Membuka Kembali Sejarah

App Gaps

Pada tahun 2008, Ballmer yang saat itu menjabat sebagai CEO Microsoft sebenarnya sangat memahami pentingnya developer (saat itu adalah untuk software Microsoft). Dia mengungkapkannya dengan cara yang tak lazim mungkin, tapi intinya saat itu Microsoft sangat memahami pentingnya developer bagi produknya.

https://www.youtube.com/watch?v=8To-6VIJZRE

Ketika Windows Phone dirilis dengan WP7 sebagai OS, Microsoft (masih di bawah Ballmer) menyadari bahwa kekurangan mereka jika dibandingkan dengan OS pesaing yang telah mengawali start lebih dini, adalah kurangnya dukungan aplikasi bagi perangkat seluler Microsoft ini.

Namun Microsoft menjawabnya dengan sangat brilian, yaitu dengan menciptakan sebuah sistem yang integratif, sehingga Windows Phone 7, dengan Social Hub, Game Hub, dan Music Hub, saat itu dapat mengklaim diri sebagai sebuah sistem yang ‘peduli terhadap pengguna’ alih-alih menyerahkan pengalaman pengguna kepada dukungan aplikasi – yang pada akhirnya berarti menjadikan pengguna seperti ‘diserahkan nasibnya’ kepada pembuat aplikasi.

Namun tentu saja ke depannya opsi ini kurang berhasil memenangkan hati pengguna, karena para pengguna yang melihat ke sekeliling selalu bertanya-tanya, Kenapa Android bisa melakukan hal itu, sedangkan kita tidakKenapa iOS bisa melakukan itu, sedangkan kita tidak..

Ini menjadikan Microsoft melakukan perombakan besar dalam versi Windows Phone 8 dan disusul Windows Phone 8.1. Microsoft mulai berlari mengejar kurangnya dukungan aplikasi dari para developer terkemuka sembari berusaha memelihara hubungan dengan pengguna, yaitu dengan menjanjikan dukungan jauh ke depan untuk perangkat Windows Phone yang menjalankan Windows 8 (karena takut pengguna trauma akan dihentikannya dukungan OS sebagaimana WP7 pada saat itu).

Namun apakah ini berhasil?

 

Seharusnya Mulai dari Diri Sendiri

Kurangnya aplikasi di Windows Phone memang menimbulkan ketidakpercayaan pengguna pada raksasa software ini. Lebih parah lagi, aplikasi di Windows Phone Store semakin berkurang jumlahnya karena semakin banyak developer yang menghentikan support aplikasinya. Lebih parah lagi kuadrat, di antara aplikasi yang dihentikan di Windows Phone Store tersebut banyak di antaranya adalah milik Microsoft!

Bagaimana pengguna akan mempercayai bahwa Microsoft mendukung hadirnya banyak aplikasi bermanfaat jika mempertahankan kualitas dan kuantitas aplikasi yang dikembangkannya sendiri saja, Microsoft tidak mampu.

App Gaps

Sepanjang rentang sejarah Windows Phone, mulai dari WP8 hingga WP8.1, kita menyaksikan bahwa kualitas aplikasi Music menurun (Hingga digantikan oleh Groove di Windows 10 nanti). Dulu ketika masa WP7, XBox Music sangat khas dan enak dipandang, lalu semakin lama semakin menurun kualitasnya dengan hilangnya dukungan Music Hub serta menurunnya keindahan tampilan XBox Music.

Belum lagi hilangnya Social Hub Microsoft yang menimbulkan banyak kekecewaan oleh para pengguna yang telah mendukung Windows Phone sejak generasi WP7. Padahal sistem ini sangat praktis dan memenangkan hati banyak pengguna pada masa itu. Feed Twitter dan Facebook langsung ditampilkan dalam bentuk stream, yang mana dapat diakses sekilas dengan memasangkan LiveTile yang menampilkan foto kita. Keren!

App Gaps

Sepanjang tahun 2015 ini, muncul juga banyak berita bahwa Microsoft menghentikan dukungan beberapa aplikasi yang mereka kembangkan sendiri seperti MSN Health & Fitness, MSN Travel, dan MSN Food & Drinks.

Situasi seperti ini menurunkan kepercayaan pengguna akan kemampuan Microsoft mengelola aplikasi di Microsoft Store.

 

Banyak Aplikasi ‘Sampah’ di Store

App Gaps

Winpoin pernah menurunkan laporan mengenai banyaknya aplikasi sampah di Store setahun lalu, dan rupanya hal ini tidak juga mengalami perbaikan. Seminggu lalu akun @N0ki4N mengomel di Twitter karena menemukan developer yang membuat banyak versi dari app popular, UnfollowSpy (dan banyak app lainnya sih) di Store. Ini sebenarnya bisa diatasi kalau saja Microsoft mau menempatkan tenaga pengawas di Store, bukan sekedar menyaring mengandalkan algoritma saja.

Banyaknya aplikasi sampah ini tentu saja menurunkan kredibilitas Microsoft Store. Apalagi jika pengguna terlanjur tertipu dan dikecewakan oleh aplikasi sampah tersebut.

 

Kurang Menghargai Developer

App Gaps

Hubungan Microsoft dengan developer-nya memang kurang harmonis jika tidak dapat dikatakan buruk. Beberapa kasus membuktikan kurang harmonisnya hubungan ini. Seperti misalnya developer aplikasi Fhotoroom yang sudah mendukung Windows Phone sejak era WP7, mengeluhkan upahnya yang belum dibayarkan Microsoft selama lima bulan. Mungkin memang Microsoft tidak mengetahui hal ini, akan tetapi tentu saja ini tidak akan terjadi jika SDM yang ‘mengurus’ developer melakukan tugasnya dengan baik.

Mungkin juga teman-teman masih ingat pertikaian Rudy Huyn – developer yang menjadi pujaan banyak pengguna Windows Phone karena selalu menelurkan app berkualitas – dengan Snapchat.

App Gaps

Pada saat itu Snapchat yang sedang naik daun menolak membuatkan aplikasi versi Windows Phone untuk Snapchat, namun juga tidak mau ada third party app untuk aplikasi mereka di Windows Phone. Ini mengakibatkan aplikasi Rudy, 6Snap, dihapus dari Microsoft Store. Padahal saat itu Rudy membuatkan 6Snap atas permintaan para pengguna Windows Phone yang tidak sabar menanti Snapchat hadir di Windows Phone.

Rudy berdiri di hadapan para pengguna Windows Phone untuk memperjuangkan agar Snapchat bersedia membuatkan aplikasi resmi untuk mereka, sedangkan Microsoft mengambil sikap diam. Bahkan tidak berusaha mempertahankan aplikasi yang telah dibuatkan Rudy dengan susah payah.

Sikap Microsoft ini semakin memperburuk hubungan Microsoft dengan developer dan fans Windows Phone.

Wow..Game Line Get Rich Android Berjalan Lancar di Windows Phone..!!

Satu kasus lagi yang menjadikan buruknya hubungan Microsoft dan developer adalah ketika beberapa bulan lalu, Project Astoria yang digagas Microsoft memungkinkan pengguna Windows Phone memasang aplikasi Android ke ponsel yang menjalankan Windows Mobile 10. Aplikasi tersebut berjalan sempurna sehingga menjadikan developer tertekan. Jika ini diteruskan, maka tidak ada gunanya bagi developer membuat aplikasi versi Windows, pengguna cukup install versi apk aplikasi tersebut ke ponsel yang menjalankan Windows Mobile 10. Untunglah dalam kasus ini, Microsoft bersedia mendengarkan keluhan developer. Mereka menunda project Astoria hingga ditemukan solusi yang baik untuk memanfaatkan kemampuan Windows Mobile 10 tersebut.

 

Kesimpulan

Gap aplikasi yang terjadi di Windows Phone dibandingkan platform lain merupakan akibat dari kurang pandainya Microsoft menjalin hubungan dengan developer serta mengelola sistem di Microsoft Store. Jika Microsoft tidak dapat menciptakan kenyamanan bagi developer yang mendukung platform ini dengan penuh cinta, akan sulit bagi mereka mengejar kualitas dan kuantitas yang ditawarkan oleh iOS dan Android. Apalagi setelah evolusi Windows Mobile 10, Microsoft memerlukan lebih banyak lagi developer berpartisipasi dalam ekosistemnya.

Windows 10 memang merupakan konsep menarik, karena ini menjadikan developer dapat merilis aplikasi bukan hanya bagi Windows Phone, namun juga PC, tablet, dan laptop yang menjalankan Windows 10. Namun itu saja tidak cukup jika Microsoft kurang memperhatikan developernya. Padahal developer merupakan salah satu andalan terdepan bagi Microsoft dalam menghadapi persaingan dengan Google dan Apple yang semakin mendominasi ranah mobile.

  Membasmi Edge dan Bing di Windows 10  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.