Home Editorial App Gap – Buah Berbagai Masalah di Microsoft Store

App Gap – Buah Berbagai Masalah di Microsoft Store

App Gaps

Kampanye app gap sudah dilancarkan pesaing Windows Phone sejak begitu lama, hingga bagi kita terasa seperti syair zaman Tyranosaurus nyengir. Namun isu tersebut terasa semakin relevan, bahkan meskipun Microsoft sudah melancarkan Project Astoria dan Project Islandwoods untuk menyelamatkan citra Microsoft di Windows Mobile 10, semakin banyak yang meyakini bahwa inilah ‘cacat’ sesungguhnya dari perangkat mobile milik Microsoft. Inilah juga yang dijadikan biang keladi pindahnya para pengguna Windows Phone ke iOS dan Android.

Untuk kamu yang mungkin belum begitu akrab dengan App Gap dan mengapa ini menjadi sebuah masalah yang mengakar di Windows Phone, Winpoin akan membahasnya secara khusus untuk kamu!

 

Membuka Kembali Sejarah

App Gaps

Pada tahun 2008, Ballmer yang saat itu menjabat sebagai CEO Microsoft sebenarnya sangat memahami pentingnya developer (saat itu adalah untuk software Microsoft). Dia mengungkapkannya dengan cara yang tak lazim mungkin, tapi intinya saat itu Microsoft sangat memahami pentingnya developer bagi produknya.

Ketika Windows Phone dirilis dengan WP7 sebagai OS, Microsoft (masih di bawah Ballmer) menyadari bahwa kekurangan mereka jika dibandingkan dengan OS pesaing yang telah mengawali start lebih dini, adalah kurangnya dukungan aplikasi bagi perangkat seluler Microsoft ini.

Namun Microsoft menjawabnya dengan sangat brilian, yaitu dengan menciptakan sebuah sistem yang integratif, sehingga Windows Phone 7, dengan Social Hub, Game Hub, dan Music Hub, saat itu dapat mengklaim diri sebagai sebuah sistem yang ‘peduli terhadap pengguna’ alih-alih menyerahkan pengalaman pengguna kepada dukungan aplikasi – yang pada akhirnya berarti menjadikan pengguna seperti ‘diserahkan nasibnya’ kepada pembuat aplikasi.

Namun tentu saja ke depannya opsi ini kurang berhasil memenangkan hati pengguna, karena para pengguna yang melihat ke sekeliling selalu bertanya-tanya, Kenapa Android bisa melakukan hal itu, sedangkan kita tidakKenapa iOS bisa melakukan itu, sedangkan kita tidak..

Ini menjadikan Microsoft melakukan perombakan besar dalam versi Windows Phone 8 dan disusul Windows Phone 8.1. Microsoft mulai berlari mengejar kurangnya dukungan aplikasi dari para developer terkemuka sembari berusaha memelihara hubungan dengan pengguna, yaitu dengan menjanjikan dukungan jauh ke depan untuk perangkat Windows Phone yang menjalankan Windows 8 (karena takut pengguna trauma akan dihentikannya dukungan OS sebagaimana WP7 pada saat itu).

Namun apakah ini berhasil?

 

Seharusnya Mulai dari Diri Sendiri

Kurangnya aplikasi di Windows Phone memang menimbulkan ketidakpercayaan pengguna pada raksasa software ini. Lebih parah lagi, aplikasi di Windows Phone Store semakin berkurang jumlahnya karena semakin banyak developer yang menghentikan support aplikasinya. Lebih parah lagi kuadrat, di antara aplikasi yang dihentikan di Windows Phone Store tersebut banyak di antaranya adalah milik Microsoft!

Bagaimana pengguna akan mempercayai bahwa Microsoft mendukung hadirnya banyak aplikasi bermanfaat jika mempertahankan kualitas dan kuantitas aplikasi yang dikembangkannya sendiri saja, Microsoft tidak mampu.

App Gaps

Sepanjang rentang sejarah Windows Phone, mulai dari WP8 hingga WP8.1, kita menyaksikan bahwa kualitas aplikasi Music menurun (Hingga digantikan oleh Groove di Windows 10 nanti). Dulu ketika masa WP7, XBox Music sangat khas dan enak dipandang, lalu semakin lama semakin menurun kualitasnya dengan hilangnya dukungan Music Hub serta menurunnya keindahan tampilan XBox Music.

Belum lagi hilangnya Social Hub Microsoft yang menimbulkan banyak kekecewaan oleh para pengguna yang telah mendukung Windows Phone sejak generasi WP7. Padahal sistem ini sangat praktis dan memenangkan hati banyak pengguna pada masa itu. Feed Twitter dan Facebook langsung ditampilkan dalam bentuk stream, yang mana dapat diakses sekilas dengan memasangkan LiveTile yang menampilkan foto kita. Keren!

App Gaps

Sepanjang tahun 2015 ini, muncul juga banyak berita bahwa Microsoft menghentikan dukungan beberapa aplikasi yang mereka kembangkan sendiri seperti MSN Health & Fitness, MSN Travel, dan MSN Food & Drinks.

Situasi seperti ini menurunkan kepercayaan pengguna akan kemampuan Microsoft mengelola aplikasi di Microsoft Store.

 

Banyak Aplikasi ‘Sampah’ di Store

App Gaps

Winpoin pernah menurunkan laporan mengenai banyaknya aplikasi sampah di Store setahun lalu, dan rupanya hal ini tidak juga mengalami perbaikan. Seminggu lalu akun @N0ki4N mengomel di Twitter karena menemukan developer yang membuat banyak versi dari app popular, UnfollowSpy (dan banyak app lainnya sih) di Store. Ini sebenarnya bisa diatasi kalau saja Microsoft mau menempatkan tenaga pengawas di Store, bukan sekedar menyaring mengandalkan algoritma saja.

Banyaknya aplikasi sampah ini tentu saja menurunkan kredibilitas Microsoft Store. Apalagi jika pengguna terlanjur tertipu dan dikecewakan oleh aplikasi sampah tersebut.

 

Kurang Menghargai Developer

App Gaps

Hubungan Microsoft dengan developer-nya memang kurang harmonis jika tidak dapat dikatakan buruk. Beberapa kasus membuktikan kurang harmonisnya hubungan ini. Seperti misalnya developer aplikasi Fhotoroom yang sudah mendukung Windows Phone sejak era WP7, mengeluhkan upahnya yang belum dibayarkan Microsoft selama lima bulan. Mungkin memang Microsoft tidak mengetahui hal ini, akan tetapi tentu saja ini tidak akan terjadi jika SDM yang ‘mengurus’ developer melakukan tugasnya dengan baik.

Mungkin juga teman-teman masih ingat pertikaian Rudy Huyn – developer yang menjadi pujaan banyak pengguna Windows Phone karena selalu menelurkan app berkualitas – dengan Snapchat.

App Gaps

Pada saat itu Snapchat yang sedang naik daun menolak membuatkan aplikasi versi Windows Phone untuk Snapchat, namun juga tidak mau ada third party app untuk aplikasi mereka di Windows Phone. Ini mengakibatkan aplikasi Rudy, 6Snap, dihapus dari Microsoft Store. Padahal saat itu Rudy membuatkan 6Snap atas permintaan para pengguna Windows Phone yang tidak sabar menanti Snapchat hadir di Windows Phone.

Rudy berdiri di hadapan para pengguna Windows Phone untuk memperjuangkan agar Snapchat bersedia membuatkan aplikasi resmi untuk mereka, sedangkan Microsoft mengambil sikap diam. Bahkan tidak berusaha mempertahankan aplikasi yang telah dibuatkan Rudy dengan susah payah.

Sikap Microsoft ini semakin memperburuk hubungan Microsoft dengan developer dan fans Windows Phone.

Wow..Game Line Get Rich Android Berjalan Lancar di Windows Phone..!!

Satu kasus lagi yang menjadikan buruknya hubungan Microsoft dan developer adalah ketika beberapa bulan lalu, Project Astoria yang digagas Microsoft memungkinkan pengguna Windows Phone memasang aplikasi Android ke ponsel yang menjalankan Windows Mobile 10. Aplikasi tersebut berjalan sempurna sehingga menjadikan developer tertekan. Jika ini diteruskan, maka tidak ada gunanya bagi developer membuat aplikasi versi Windows, pengguna cukup install versi apk aplikasi tersebut ke ponsel yang menjalankan Windows Mobile 10. Untunglah dalam kasus ini, Microsoft bersedia mendengarkan keluhan developer. Mereka menunda project Astoria hingga ditemukan solusi yang baik untuk memanfaatkan kemampuan Windows Mobile 10 tersebut.

 

Kesimpulan

Gap aplikasi yang terjadi di Windows Phone dibandingkan platform lain merupakan akibat dari kurang pandainya Microsoft menjalin hubungan dengan developer serta mengelola sistem di Microsoft Store. Jika Microsoft tidak dapat menciptakan kenyamanan bagi developer yang mendukung platform ini dengan penuh cinta, akan sulit bagi mereka mengejar kualitas dan kuantitas yang ditawarkan oleh iOS dan Android. Apalagi setelah evolusi Windows Mobile 10, Microsoft memerlukan lebih banyak lagi developer berpartisipasi dalam ekosistemnya.

Windows 10 memang merupakan konsep menarik, karena ini menjadikan developer dapat merilis aplikasi bukan hanya bagi Windows Phone, namun juga PC, tablet, dan laptop yang menjalankan Windows 10. Namun itu saja tidak cukup jika Microsoft kurang memperhatikan developernya. Padahal developer merupakan salah satu andalan terdepan bagi Microsoft dalam menghadapi persaingan dengan Google dan Apple yang semakin mendominasi ranah mobile.

  Menggabungkan Banyak File PDF Menjadi Satu  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.

Penulis Winpoin yang paling sering minta dimaklumi kalau lagi lama nggak nulis | Dengan senang hati menjawab pertanyaan seputar Windows Phone lewat akun Twitter @kikisidharta

  • Zahid Fakhruddin

    ane sih wait n see aja gimana perkembangan windows 10 mobile nantinya, paling nggak sampe akhir tahun 2017 lah, setelah itu baru buat keputusan mau tetep stay atau pindah ke yg lain

  • PrioHanif

    So…apakah microsoft mulai menyadari & mulai memperbaiki “kesalahannya” itu?? Saya kira W10 adalah momen yg tepat utk berubah Microsoft..!!!

    • Muhammad Hafiz Nurdin

      Setuju..
      Semoga aja..amiinnn.

    • Wahid Budi Prasetyo

      Saya rasa microsoft setelah peluncuran windows 10 juga sudah mulai berbenah, dan mulai membangun komunitas developer. Soalnya nggak memperkenalkan windows 10 saja. Mereka juga ngajakin developer buat aplikasi, ngadain ketemuan lalu pacaran. Eh.

  • Rafael

    Nice Article :) . App gaps itu adalah dimana kita harus malu kalo di ajak main bareng Get Rich atau game multiplayer sejenisnya yang game tersebut gak ada di Win Store.

  • Muhammad Hafiz Nurdin

    Masalah app gap kliatannya bsa ketutup klo apps mainstreams bin booming di os sblh jg hdir di windows store..
    Jd bukan cm soal kuantitas belaka..
    Emang org mao install ratusan/ribuan apps, ga kan?
    Intinya microsoft hrus lbh bgun kemesraan lg dgn para developer n jgn jg sering2 bkin kcewa fansnya..hehe
    Forza Microsoft..Avanti Windows!!

  • Rafael

    Asik deh nih om kiki jarang2 buat artikel tapi sekalinya buat pulau jawa pun bergetar :/ pokoknya menjiwai banget deh tulisannya hihihi :)

    • Makasiii Rafaeel…
      Maaf akhir-akhir ini sibuk luar biasa… :(

  • Kalo diibaratin, microsoft udah kayak orang bingung. Di satu sisi mereka ngembangin windows 10 mobile, tapi di sisi lain malah nahan perkembangan yg mereka buat sendiri.
    Windows 10 mobile bakal jadi os yg bagus bgt menurut ane, tp langkah2 microsoft blkngan ini suka bikin naik darah user wp. Mulai dari aplikasi sampah yg dr jaman temen ane pake 520 sampe hpnya ilang dan skrg ane ikutan pake lumia, mslh kyk gitu msh ada aja. Dan kyk yg ada di artikel, microsoft krng harmonis sm developer, mereka cm fokus sm os nya, semua selalu ttng os dan os tapi ga mikirin faktor eksternal dari os tsb yaitu dukungan aplikasi. Ane br tau kalo microsoft sampe segitu bnyk masalahnya sm developer, pantes aja pd males bikin app buat wp. Kalo bkn org yg bnr2 tertarik pgn pake windows phone, atau orang2 yg udh bosen dgn platform mainstream, windows phone ga akan jadi pilihan buat dipake. Dan terakhir, microsoft sering ngecewain user. Terserah apa yg mau mereka siapin buat usernya di windows 10 mobile, tp jgn bikin kecewa duluan harusnya. Udh rilisnya lama, user dibikin kecewa ya pd kabur duluan. Yg paling gila itu penarikan apps andalan windows phone itu sendiri baik yg dibuat nokia ataupun microsoft sendiri.

    Kalo ane sih msh oke oke aja wp utk saat ini. Tp jujur aja, yg bikin was was itu kalo wp makin dianaktiriin microsoft, usernya makin sedikit dan aplikasi bagus makin berkurang dan akhirnya developernya mls ngembangin app buat platform minoritas sampe akhirnya wp dihapus. Pdhl susah dptin experience kayak di wp. Sekali lagi karna wp itu os yg bagus menurut ane, tp os bagus aja gak cukup utk survive. Blackberry 10 contohnya, ane udh nyobain sendiri punya temen (yg hp utamanya android) dan trnyata osnya nyaman bgt dipake, tp liat dukungan aplikasi bb10 yg lbh parah dr wp, jd bingung jg kalo pake hp itu buat keperluan sehari hari.

    Semoga aja microsoft cpt memperbaiki kesalahannya biar wp ttp bisa survive di kancah mobile platform.

    Btw, makasih mas kiki artikelnya, infonya banyak bgt dan menjiwai^^

    • Surya Patra Abdilah

      Yakin microsoft cuma fokus ke OS? Wp7 aja dilepas :( salam wp7 user l710

      • perfectminor

        Coba ya gan Microsoft meyediakan firmware baru untuk Windows Phone 7 agar bisa di Windows Phone 8, kurang tau masalahnya sih, kalo gak salah cuma beda kernel kan, bukan hardwarenya yang gak bisa digunakan dari Windows Phone 7 untuk ke Windows Phone 8.
        sebenarnya pengguna sudah kecewa dengan mentoknya Windows Phone 7.8.

  • aji

    Klo bsa artikelnya di tag di forum komunitas microsoft min biar mreka denger…microsoft trllu bnyak yg d urusin jd kurg fokus, dulu wp7,wp8, os nya stable krna nokianya juga ikut ngejamin dg ngeluarin firmware, skrg wlo minta bantuan insider mreka msh kelabakan, dukungan aplikasi ekslusif lumia mulai hilang (jd kurg pede)….klo merasa ga mmpu lumia d gadein lg dah ke nokia, microsoft fokus az d OS, biar nokia ngatasin app gap dg bkin aplikasi eksklusif lg (ngarep)

  • Agil Faisal Rahman

    ternyata gini toh kronologi permasalahannya… weh terharu euy…

  • zainzacky

    Yg pling d syangkn tu sosial hub yg d hilangkan,,,,

  • tezzs

    developer! developer! developer! developer!….. makanya jadi males ngikutin berita windows mobile 10 ibarat beli komputer 20juta cuman dipake buat ngejalanin DOS

  • Fajar Febry S

    Oh iya gw pake win 10 kok sekarang, enak bgt osnya, cuma appnya aja ngenes

  • Reowijaya

    Apps gap deh kayaknya mas #eh
    Semoga ga ngilangin “hype” Windows 10 Mobile meski saya banyak baca di forum lain, sepertinya consumer juga udah mulai males ngikutin hahaha…
    Kalo saya sih bakal tetep di W10M sampai OS ini bener2 di shutdown oleh microsoft sendiri :p

    • Setelah aku cek yang paling bener sih app gap. Wakaka…

      Biarin deh… :D

      • Reowijaya

        Bener-bener :p

  • Ozzbourne

    Tetap stay di windows phone/mobile. Sampe device ane gak di support mikocok. Setelah ituuuu….. Bye maximal!!!!

  • betul pisan lah…
    Microsoft emang seolah kurang mendukung para developer sehingga tak heran juga kalo banyak developer gak memandang keberadaan Windows Phone, meskipun sudah ada pernyataan “Windows Phone adalah platform mobile paling aman”. tp kan aman aja gak cukup>,<

    ===================
    mau nambahin satu lagi…

    Microsoft untuk produk mobilenya Windows Phone, saya perhatikan sejak dulu banyak berubah2 nama, mulai dari aplikasi2 bawaan bahkan parahnya OSnya sendiri berubah-ubah. tentu ini bukan sesuatu yg enak buat para developer. Coba deh liat platform tetangga… mereka sejak awal tidak melakukan perubahan khususnya nama OSnya yg bisa dikatakan sbg brand nya.
    contoh sederhananya gini.
    kita sudah biasa melihat logo dan nama AppStore dan Google Play. kenapa platform mobile Microsoft jarang banget ditemui?? ya itu salah satu alasan sederhana tp sakral bgt, yakni berubah2 terus. Kebayang gak sih kita udah pasang logo Windows Phone Store (kotak empat warna ungu), lalu jarak beberapa tahun kemudian berubah nama menjadi Windows Mobile, lalu balik lagi Windows Phone dan skrg yg baru Microsoft Store. haduuh malesin deh jadinya para developer majang logo dan link aplikasi kalo nama dan logo aja terus berubah. ibarat kata sekarang kita tau tp adik atau teman kita bbrp taun kmudian ngerut jidat dnger namanya.
    nah saya suka ngebandingin wp dengan 2 platform sebrang (karena emng paling populer), contoh sederhananya gini
    Android: Android 4.4 KitKat, Android 5.0 Lolipop, dst
    iOS: iOS 7, iOS 8, iOS 9, dst
    nah kita nyebut platform kita apa?
    Windows (jd pabeulit sama platform desktop): Windows CE, Windows Mobile, Windows Phone 7 – 8 – 8.1, Windows 10 Mobile
    jadi untuk nyebut platform mobile microsoft ini apaa? Windows Phone atau Windows Mobile atau Windows atau apaaaaaa???? taun depan aja kalo saya bilang Windows Phone pasti bkal ada yg nanya mksdnya yg mna karena pada taunya Windows Mobile (win10)

    • yup..gonta ganti nama kadang memang bikin bingung..
      contohnya Groove Music, kalo udah sekitar 3 bulan aja gak ngikutin perkembangan WP, mungkin bakal terasa asing ketika mendengar nama Groove Music ini

      bahkan di halaman official Microsoft sendiri nama Windows 10 Mobile jg beberapa kali masih disebut dengan hanya Windows 10, atau Windows 10 for Phone

      • nah iya tuh om…..
        terakhir aja nih kemaren saya liat Windows Phone saya ada update, pas dilihat Device Hub. ketika masuk menu Downloads Store eh keluarnya jadi Gadget. wedewww.
        buat saya sih branding itu penting. tp suka bikin bingung kenapa perusahaan sebesar microsoft suka masalah disini. entah apa dan kenapa nih :D

    • Muhamad Al-Isrö

      Haha bener, kemaren ada sempat debat soal nama, mereka para pengguna android, yang stu bilang itu windows 8, yang lainya bilang bukan itu windows phone.. Sampe hampir hajar-hajaran.. Hah

      • baru denger lagi nih om ada cerita nih soal debat nama. saya sering denger dari nama OSnya yang pada rancu. gak jauh sih dari teman2 saya :))

  • perfectminor

    Sepertinya memang Windows Mobile ini akan punah pada tahun 2017, Wkwkwkwk.
    Developer itu antara nunggu final Windows 10 Mobile atau memang sudah tidak mau support lagi (Path, BBM, Fotor dll) saya sudah sering email developernya atau twit di akun twitter resminya tapi tank ada tanggapan. Aplikasi besar di Indonesia saja tidak ada di Windows Phone (Gojek, T-Wallet, Mandiri Mobile, Tokopedia, Masjidku, Bukalapak)(Lazada mati :D).
    Memangnya sebagian besar pengguna smartphone di Indonesia tau kalau ada OS Windows Phone?
    Di Indonesia aja gak jelas Microsoft Mobile itu bagian dari Microsoft Indonesia apa bukan.
    Susah deh :D

    • Fajar Febry S

      Setuju bro, mungkin pertengahan tahun bakalan keliatan windows phone mati apa ngak, yg gak abis pikir tuh mana universal appsnya yg katanya bisa di semua device, third party belum ada yg tertarik pake, cuma microsoft doang

    • gun

      teman2 ane aja gak bisa bedain windows phone atau andr*id di L520 ane. taunya mereka andr*id nih HP. Ane bilang ni bukan Andr*id tapi windows phone, mereka malah bingung, gak tau tentang windows phone.

  • Jangan kuatir, segera menyusul editorial dengan tone yang lebih optimis!

    (0 0)/

  • Randhika

    LEBAY LEBAY LEBAY, KARBITAN!!

  • markodet

    Haha,, sama, lumia masih dipake buat 6tag tercinta. #weloverudyhuyn

  • Wooogh… Ketahuan penulisnya wibuu…

  • Udah… Nggak bisa komen setelah lihat post ini… Jujur, saya baru tahu ‘rahasia’ ngenes Microsoft ini… Bukan tentang App Gap-nya, tapi masalah Microsoft-Developer… ☹

  • Agung

    Mungkin Microsoft sedang mencoba metode marketing ala selebriti Indonesia, “biar tekor asal kesohor”. Jadi saat ini yang penting Windows Mobile diomongin dulu, soal nanti ya nanti.
    .
    *Why so serious* hehehe…

  • Whyu Wa

    developer developer developer, ulah nadela yg pngen tenar, mengembangkan app utk os lain tapi malah membunuh app tenar di wp… gk serius niatnya cuma setengah hati, gk sadar klo sebagian user malah bermigrasi ke android & ios

  • Mangga untuk memperluas wawasan juga :
    SuperSite for Windows http://m.winsupersite.com/

  • WP7 itu music nya pakai ZUNE, kalo WP8.x baru deh XBOX Music, WP 10 pakai Groove Music :p

  • Fayyadh Muchlis

    Ada yang share artikel ini di fb tuh…

    • Wakaka… Malah bagus kok Sip.

      Makasiih…

      Sekalian nambah traffic ( 0 0)/

      Seperti biasa aku selalu ada dasar untuk tulisanku, jadi jangan kuatir…

      • Fayyadh Muchlis

        entah apa maksud orang itu sampe bilang web ini udah disusupi fans karbitan -_-

  • Fayyadh Muchlis

    Ya mau gimana lagi gak ada perusahaan yang sempurna di dunia ini
    Contohnya:
    Google merajai pangsa smartphone tapi OS PC nya kurang laku
    Microsoft merajai pangsa PC tetapi masih kewalahan mengejar android dan IOS
    Daaan Apple mempunyai OS di smartphone dan PC yang jumlahnya biasa2 aja tapi semua orang tau bahwa produk Apple itu produk yang premium

  • Bener makin naik versi WPnya makin jelek aja tampilannya.
    Dulu pernah nyobain WP7 punya temen rasanya enak banget, malah pengen beli tapi gak jadi karena harganya masih mahal. malah di WP7 integrasi ke sosial medianya kuat banget dibandingkan dengan WP8, gak tau kenapa hal ini terjadi yang jelas saya masih seneng sama WP7.

    Tahun lalu udah beli itu Lumia 535 pake WP8, bener – bener beda sama WP7 dan terkesan gak user friendly fiturnya (meskipun sudah ngerti sama interfacenya). kecewa banget dah belum lagi layarnya rusak duh terjual sudah itu lumia, gantinya pakai redmi.

  • seandainya microsoft lebih peduli dengan developer dari awal peluncuran wp, kemungkinan besar tidak akan terjadi app gap ini :D

  • Surya Patra Abdilah

    Ane juga mau liat ke depan dulu padahal udah nginceng l535 :v

  • Surya Patra Abdilah

    Jangan lupa CoC bang? Temen temen tanyanya, Eh, sur hp loe smartphone to? Ikut clan CoC gue donk biar rame waktu war,, anjirrr :( kadang saya merasa sedih,, lalu sekarang udah ada cortana di robot ijo, dan iOS. Padahal dulu bisa disombongin dikit :v

  • JK

    Ane salah satu korban app gap ini. Bela2in pake wp selama setahun lebih dengan harapan app gap tsb bisa semakin berkurang, ee…malah makin parah tampaknya. Akhirnya, ane kibarkan bendera putih. Terpaksa beralih juga ke OS sebelah (xiaomi redmi note 2). Tapi wp ane gak dijual sih, masih disimpan buat kenangan. Soalnya ada embel2 nokianya. Mungkin inilah nokia dan wp terakhir yg ane pake.

  • Zulmi Kurniawan

    Yaa dari dulu microsoft suka jd pembuat masalah sih. Dulu gak sama sekali peduli sama pengguna. Sekarang, semua saran pengguna dicoba untuk didengerin.
    Sekarang perang sama developer kayaknya. Mau jadi apa microsoft kalo kayak gini terus.
    Yg ane suka dr windowsphone ini yaitu ane lebih menghargai developer. Baru sikit sih beli apps di store nya. Tp itu muasin banget n sadar kalo para developer wp ini susah payah ngembangin app nya di wp.
    Liat aja lah win 10 nanti. Mngkin bakal jd bahan pertimbangan banyak orang tuk beralih ke os sebelah.

  • gun

    program aplikasi utk developer aja membutuhkan spek komputer yg tinggi, sedangkan OS sebelah yg berwarna ijo, dengan spek komputer yg terbatas udah bisa nginstal program utk ngembangin aplikasi sendiri.

  • perfectminor

    Yah kalau ada pengguna Windows Phone 8 / Windows 10 Mobile yang hadir di acara Microsoft atau Microsoft Mobile, apalagi yang hadir dan menjadi pembicara yaitu CEO Microsoft Indonesia. Coba tanya ke mereka, Windows Phone 8 / Windows 10 Mobile apakah bagian dari Microsoft Indonesia? Jika kalian adalah bagian yang sama, kenapa kalian di negara sendiri tidak mendekati developer lokal agar developer tersebut menyediakan juga aplikasinya yang ada di iTunes & Play Store agar ada juga di Windows Store? Kenapa kalian membiarkan aplikasi populer seperti Mandiri Mobile, Lazada.co.id, Bukalapak, Tokopedia, Gojek, Grabbike dan masih banyak yang lainnya, kenapa kalian membiarkan mereka tidak ada di Windows Store?

  • IrsyadF

    Maaf oot.
    Ada yg tau ga cara benerin hp lumia yg airplane mode nya ga bisa di matiin?