Microsoft Masih Serius dengan Integrasi AI di Windows 11

Meskipun memang saat ini banyak pengguna Windows 11 masih mengeluhkan berbagai masalah dasar sistem operasi, Microsoft ternyata masih tetap melanjutkan visi besar mereka untuk mengubah Windows menjadi “Agentic OS” di era AI guys.

Jadi, bagi kamu yang belum tahu, sejak akhir tahun 2025 kemarin, Microsoft memang sudah beberapa kali membahas konsep Windows berbasis AI agent atau agentic era, dimana nantinya AI akan menjadi bagian inti dari pengalaman Windows secara keseluruhan.

Namun, seperti yang sudah bisa ditebak, banyak pengguna justru memberikan reaksi negatif karena merasa Microsoft terlalu fokus ke AI sementara masih banyak berbagai masalah Windows 11 yang belum benar benar diselesaikan.

Nah menariknya, menurut memo internal Microsoft yang ditemukan Business Insider, Yusuf Mehdi yang merupakan Executive Vice President Microsoft sekaligus sosok penting di balik Copilot, Windows, Surface, Edge, Bing, dan Microsoft 365 ternyata akan meninggalkan Microsoft setelah 35 tahun bekerja di sana.

TONTON JUGA:

Baca Juga : Microsoft Mulai Perbaiki Windows Search, Hasil Web Tak Lagi Diprioritaskan

Sebelum resmi hengkang dari perusahaan tersebut, Yusuf Mehdi disebut akan membantu Microsoft “membayangkan ulang” Windows untuk era agentic AI selama satu tahun fiskal ke depan.

Nah jadi, kurang lebih, dari memo tersebut terlihat jelas bahwa Microsoft sebenarnya masih sangat serius mendorong integrasi AI ke Windows meskipun publik cukup banyak memberikan kritik terhadap Copilot dan berbagai fitur AI lainnya.

Padahal sebelumnya Microsoft juga sempat mengakui bahwa banyak pengguna memang menginginkan perbaikan fundamental Windows terlebih dahulu, bahkan Microsoft kini diketahui sedang menjalankan proyek internal bernama Windows K2 yang fokus memperbaiki kualitas dasar Windows 11.

Rumor Copilot Akan Tetap Ada Tapi Dengan Nama Berbeda

Yang menarik nih guys, laporan ini juga memperkuat dugaan bahwa Microsoft sebenarnya memahami banyak pengguna kurang menyukai branding “Copilot”. Karena itu, ada kemungkinan Microsoft nantinya akan tetap menghadirkan fitur AI secara agresif, namun dengan pendekatan branding berbeda agar lebih mudah diterima pengguna.

Baca Juga : PowerShell di macOS Kini Tidak Lagi Kena Warning “Unidentified Developer”

Bisa dibilang sih, meskipun dengan janji dan peningkatan yang dihadirkan saat ini, Microsoft tampaknya tetap ingin memastikan Windows siap menghadapi era AI di masa depan dengan tetap mempertahankan visi mereka terkait Agentic OS mereka.

Tapi mari kita lihat nanti, bisa saja keputusan ini berubah dan jika seandainya visi terkait Agentic OS ini tetap berjalan, diharapkan tentu itu dibarengi dengan masalah dasar Windows 11 yang juga perlahan diperbaiki dan ditingkatkan.

Bagaimana menurutmu? komen dibawah guys.

Via : Bussiness Insider, Neowin


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan atau butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation