Sebagai pengguna yang sering kali melihat perkembangan produk dan layanan Microsoft, mungkin kita semua sudah tidak merasa aneh mengenai fakta bahwa Microsoft memang dikenal cukup sering mengganti nama produk dan layanan mereka.
Dan bahkan, saking seringnya, seorang Microsoft MVP bahkan sampai membuat website khusus untuk mencatat seluruh perubahan nama tersebut.
Nah jadi, ada website bernama Rebrand Registry yang dibuat oleh Loryan Strant untuk mendokumentasikan sejarah perubahan nama berbagai produk Microsoft yang masih eksis hingga sekarang. Dan menariknya ternyata sudah ada 72 produk dan 158 kali rebranding loh guys.
Hot : Microsoft Menyerah, Fitur Drop Tray Windows 11 Akhirnya Dihapus
Jadi kawan kawan, di dalam Rebrand Registry, saat ini tercatat 72 produk Microsoft dengan total 158 catatan perubahan nama, namun tentu situs ini hanya mencatat produk yang masih bertahan hingga sekarang tetapi sudah mengalami perubahan nama. Jadi, produk Microsoft yang sudah dihentikan tidak masuk dalam daftar ini.

Menariknya, Rebrand Registry bukan cuma menampilkan daftar nama saja, dimana website tersebut juga menyediakan berbagai statistik mengenai kebiasaan Microsoft dalam melakukan rebranding.
Berdasarkan data yang dikumpulkan, 2023 menjadi tahun paling aktif, dengan Microsoft mengganti nama sebanyak 18 produk dalam satu tahun.

Bahkan Ada “Rebrand Risk Index”
Bagian yang cukup kocak adalah hadirnya Rebrand Risk Index, dimana fitur ini mencoba memprediksi produk Microsoft mana yang kemungkinan akan mendapatkan nama baru berikutnya.
Baca Juga : Linux Mulai Wajibkan TSC, Dukungan Prosesor x86 Lawas Berakhir
Prediksinya didasarkan pada beberapa faktor seperti usia nama saat ini, riwayat nama sebelumnya, hingga seberapa sering keluarga produk tersebut mengalami rebranding.

Jadi, jika suatu hari nama sebuah layanan Microsoft tiba-tiba berubah lagi, mungkin kita bisa melihat apakah sebelumnya sudah masuk daftar kandidat.
Microsoft Memang Sering Bikin Bingung
Ini sih sudah jelas ya, bahwa Microsoft memang sering bikin bingung pengguna, sehingga perubahan tersebut jelas harus membuat pengguna beradaptasi dengan nama baru untuk layanan yang sebenarnya masih merupakan produk yang sama.
Belum lagi ketika sebuah nama baru kemudian diganti lagi beberapa tahun kemudian.
Nah dengan adanya website ini, buat pengguna Microsoft yang sering bertanya, “Ini dulu namanya apa, sih?”, Rebrand Registry bisa menjadi tempat yang cukup menarik untuk melihat seberapa panjang perjalanan nama produk Microsoft.
Nah bagaimana menurutmu guys? komen dibawah.
Via : Rebrand Registry
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
