Microsoft Mulai Menjual Beberapa Aset Bisnisnya ke Uber dan AOL

Sejak era Satya Nadella Microsoft mulai berubah, mulai dari cara berbisnisnya, strategi bisnisnya, hingga visi dan arah bisnisnya. Hal ini membuat Microsoft yang dulu eksklusif mulai ekspansif, menghadirkan berbagai produk dan layanan unggulannya untuk platform lain diluar Windows demi perkembangan bisnis yang masif.

Katakanlah Office dan Cortana yang dihadirkan ke Android & iOS. Bahkan integrasi Windows dengan platform diluar Windows Phone juga dibuat mulus dengan adanya Companion Apps.

Semua itu dilakukan demi tercapainya visi Mobile First, Cloud First. Mobile disini berarti semua device dengan semua platform, tidak hanya Windows atau Windows Phone.

 

Banyak Membeli Bisnis yang Sesuai Visinya

Untuk mencapai targetnya itu Microsoft gencar membeli bisnis yang sesuai visinya. Target menjadi perusahaan devices and services mereka wujudkan dengan membeli Nokia, mulai mempertimbangkan membeli BlackBerry, serta berusaha membeli AMD.

Visi mengutamakan mobile juga Microsoft tunjukkan dengan membeli aplikasi terbaik di Android dan iOS, untuk kemudian direbranding menjadi aplikasi mereka. Contohnya saja Acompli yang akhirnya dibeli untuk menjadi Outlook, Sunrise yang dibeli untuk menjadi Calendar. Wunderlist pun juga dibeli Microsoft untuk nantinya menjadi aplikasi to-do-list terbaik di semua platform mobile. (Baca juga: Inilah Kenapa Microsoft Sangat Peduli dengan Android dan iOS (Bahkan Memboyong Semua Keunggulan Windows Phone Kedalamnya))

 

Mulai Menjual Bisnis yang Tidak Sesuai Visinya

Namun pembelian masif tersebut juga diimbangi Microsoft dengan penjualan bisnis yang tidak sesuai dengan visinya.

Baru-baru ini mereka menjual sebagian aset Bing mapping ke Uber. Dengan penjualan ini maka Microsoft tidak lagi bisa mengambil mapping imagery sendiri, karena unit bisnisnya telah menjadi milik Uber. Seiring dengan pembelian ini, sekitar 100 karyawan Bing otomatis ditransfer menjadi karyawan Uber.

Dan kabar terbaru menyatakan bahwa Microsoft juga baru saja menjual bisnis advertisingnya ke AOL. Dengan ini Microsoft tidak lagi memiliki unit penjualan iklan, baik itu iklan video, teks, gambar, ataupun iklan mobile. Seiring dengan pembelian ini, sekitar 1200 karyawan Microsoft otomatis langsung menjadi karyawan AOL.

 

Lebih Fokus

Dengan pembelian dan penjualan tersebut, Microsoft berusaha untuk semakin fokus dalam menggapai targetnya sebagai perusahaan devices & services raksasa, serta mencapai visinya mengutamakan cloud dan mobile.

Kini Microsoft bisa fokus meningkatkan user experience dari berbagai produknya seperti Windows, Office, Cortana, Xbox, Surface, dan Lumia — serta mengambil hati pengguna dan merebut marketshare dari kompetitornya.

  Snapdragon PALING EXTREME  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.