Sebelumnya, saya ingin bercerita nih teman teman, mengingat ada banyak juga yang sudah bercerita mengenai pengalaman pembaca WinPoin yang menggunakan Windows 11 di unsupported devices pada artikel Pendapat Pembaca WinPoin Mengenai Windows 11.

Nah disini saya masih menggunakan Asus K401UQK dengan spesifikasi Intel Core i5 7200U, Samsung 850 EVO SSD, 20 GB RAM dan Nvidia Geforce 940MX, sebelumnya saya menggunakan Windows 10 Enterprise LTSC 2019 yang saya gunakan untuk keperluan pekerjaan dan sudah hampir beberapa bulan ini saya menggunakan Windows 11 Pro dengan metode bypass mengingat Windows 11 tidak mendukung jenis Processor ini.

Lalu apa yang saya rasakan? apakah ada perbedaan performa?, fitur dan hal lainnya?, nah saya akan ungkap tuntas semuanya nih.

Metode Bypass Yang Saya Gunakan?

Saya menggunakan Installer yang saya buat di Rufus untuk melakukan bypass, karena seperti yang telah kita tahu, sejak versi Rufus 3.16, rufus membawa kemampuan bypass TPM dan bahkan hal lainnya yang kini telah semakin dikembangkan dengan lebih baik, mencakup Kemampuan Bypass TPM Untuk In-Place Upgrade Windows 11 di rufus 3.18, Bypass Persyaratan Akun Microsoft Pada Proses OOBE di rufus 3.19, dan hingga saat ini di rufus 3.20.

Untuk langkah bypass, saya sudah pernah menulisnya pada halaman berikut : Cara Bypass Instalasi Windows 11 Dengan Rufus

Performa Secara Keseluruhan

Untuk masalah performa sendiri, berdasarkan pengalaman saya selama menggunakan Windows 10 dan Windows 11, ada perbedaan yang mungkin tidak terlalu signifikan, dimana berdasarkan pengalaman saya nih, Windows 10 terasa lebih cepat dan lebih smooth dalam membuka tutup aplikasi, termasuk bahkan membuka file explorer, di Windows 11 terasa lebih lambat sepersekian detik.

Selain itu, penggunaan resource pun, Windows 11 memakan lebih banyak RAM usage, dimana dalam kasus saya, dalam posisi idle, Windows 11 menggunakna 5 – 6 GB RAM, tentu tanpa ada aplikasi yang terbuka kecuali Kaspersky Internet Security yang berjalan di Background.

Nah diatas adalah RAM Usage saya dengan aplikasi Notion, Google Chrome (1 tab untuk menulis artikel ini), WhatsApp, Telegram, dan Pickpick untuk mengambil screenshot, yang kurang lebih sesuai dengan penggunaan user account saya adalah 3 GB, maka jika dikurangi 8 – 3 = 5 GB digunakan oleh system.

Penggunaan RAM ini menurut saya lebih boros hampir 2 GB RAM jika dibandingkan dengan Windows 10 dengan kasus dan aplikasi yang sama, dan tentu hal ini mungkin dipengaruhi dengan banyaknya fitur dan aplikasi bawaan Windows 11 yang terbuka di background. Hal tersebut, jika kita perhatikan di bagian process Task Manager, ada sekitar 247 Process yang berjalan, padahal di Windows 10 Enterprise yang saya gunakan dulu, hanya ada sekitar 150 an saja (dengan aplikasi yang kurang lebih sama).

Tentu sih, jika kita bandingkan dengan Windows 10 LTSC 2019 yang notabenenya berbeda karena tidak membawa bloatware rasanya tidak adil, namun secara umum jika dibandingkan dengan Windows 10 Pro san tetap dalam kasus perangkat saya, ada sedikit perbedaan performa yang membuat Windows 11 lebih lambat dibandingkan Windows 10, meski memang tidak terlalu terasa dan tidak terlalu signifikan.

Fitur Windows 11 Yang Tidak Bisa Digunakan

Meskipun pada dasarnya Windows 11 berjalan dengan sangat baik di perangkat ini, namun karena dukungan perangkat yang tidak sesuai dengan minimum requirements Windows 11, ada beberapa fitur yang tidak bisa berjalan di perangkat saya, dimana itu mencakup kemampuan Windows Subsystem for Android.

Namun tentu meskipun tidak didukung, kita masih bisa melakukan beberapa teknik untuk menginstall Windows Subsystem for Android termasuk Amazon App Store di unsupported PC, hanya saja tidak saya lakukan karena Processor yang saya gunakan hanya dual core dan mungkin akan memberatkan perangkat saya jika saya install dengan paksa.

Selain dari dukungan WSA yang tidak ada masalah dalam fitur lainnya dan penggunaan Windows 11 ini. Bahkan kini di Windows 11 Insider Beta Build 22623 sendiri.

Driver dan Lisensi

Untuk driver sendiri, semuanya berjalan dengan sangat baik, entah itu perangkat yang tertanam langsung di laptop saya, atau perangkat lain yang saya hubungkan via port yang tersedia, seperti USB Hub, Mouse, Keyboard, monitor, audio interface, termasuk Guitar Link yang juga saya hubungkan.

Sedangkan untuk lisensi, karena dulu saya sudah punya lisensi Windows 10 Pro, saya masih bisa menggunakan lisensi tersebut untuk digunakan kembali di Windows 11, hal ini pernah WinPoin bahas juga di artikel Apakah Upgrade Paksa Windows 11 Akan Mempengaruhi Lisensi Windows Yang Dimiliki?

Kesimpulan

Secara umum, tidak ada masalah yang saya dapatkan ketika menggunakan Windows 11 di perangkat yang tidak didukung sesuai minimum requirements dari Microsoft, meskipun performa agak sedikit menurun, namun itu bukan menjadi masalah besar, karena semua aplikasi, games dan hal lainnya masih berjalan dengan sangat baik.

Bahkan performa games sendiri tidak terlalu menurun, saya masih bisa bermain the forrest, GTA V, men of war dan terakhir Star Wars: Squadrons dengan sangat baik di perangkat ini. Selain itu fitur seperti WSA tidak terlalu saya butuhkan, jadi tidak adanya Windows Subsystem for Linux bukan menjadi masalah besar bagi saya.

Sedangkan untuk penggunaan RAM yang lebih besar dibandingkan Windows 10, tentu itu juga bukan masalah besar, mengingat RAM yang tersedia di perangkat saya cukup besar juga, jadi itu bukanlah sebuah masalah yang berarti.

Dan itulah sedikit pengalaman dan pendapat saya ketika menggunakan Windows 11 di unsupported devices, tentunya artikel ini hanya pendapat saya sesuai dengan pengalaman saya sendiri ya, mungkin akan ada perbedaan pengalaman dan hal lain tergantung dari spesifikasi perangkat yang digunakan.

Terima kasih, jangan lupa komen pengalamanmu dibawah guys guys.

  ⚡️ 3 JUTAAN! 7 Alasan Kenapa Beli OPPO A76 (Review)  

SUBSCRIBE CHANNEL KEPOIN TEKNO

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.